Ini masalahnya simpel banget, tapi lumayan bikin bingung. Kenapa? karena sebenarnya photoshop 2022, sudah menyediakan fitur export file gambar menjadi format *.WebP ini, tanpa menginstall plugin. TAPI, fiturnya tersembunyi.
Kronologi
Semenjak pindah dari windows ke mac, banyak aplikasi di laptop yang juga harus saya upgrade. Contoh photoshop, yang awalnya di windows, saya pakai photoshop 2011, tiba-tiba pindah ke mac, harus pakai photoshop 2022.
Di photoshop 2022, tampilannya baru, banyak hal – hal yang berbeda, termasuk fiturnya banyak yang baru juga.
Dulunya, tiap kali mau mengubah format gambar dari *.jpg atau *.png, ke format *.WebP (untuk gambar-gambar di website, biar ringan). Saya selalu convert di aplikasi external (bukan di photoshop). Biasanya saya ketik di google “JPG to WebP converter” muncul banyak pilihan. Saya pakai aja yang 3 teratas.
Masalah
Cuman, semenjak saya pakai foto atau gambar original berbayar, biasanya gambar vector yang saya pesan ke desainer untuk kebutuhan website. Saya merasa agak kurang nyaman kalau harus mengupload gambar original saya ke situs-situs seperti ini. Karena bisa saja, gambar kita akan terindex di google, dan orang lain bebas mendownload gambar kita dan digunakan secara bebas oleh orang lain tanpa ijin kita.
Mulailah saya berfikir, cari cara agar “Bagaimana cara agar di photoshop kita bisa langsung mengexport file gambar dengan format *.webP”.
Karena sudah lama saya coba – coba, di photoshop itu nggak bisa. Saat kita pilih “File –> Save as…”, Pilihan yang muncul cuman *.psd, *.psb, *.pdf, *.tiff,
Atau kalau di “File –> Export”
Yang muncul cuman *.png, *.jpg, dan *.gif
Padahal, dulu waktu pakai windows, photoshop saya disana, bisa tuh menyimpan file *.webP, tapi kenapa begitu pakai photoshop yang terbaru nggak ada pilhannya ya?
Solusi
Seperti yang saya bilang tadi, ini sebenernya masalah simpel banget. Remeh – temeh banget kakakakak. Untuk menyimpan / export file dengan format *.webP, tempatnya bukan di File –> Save as… atau File –> Export.
Saya lagi bikin website toko online, untuk produk affiliate. Dimana di toko tersebut, tidak benar-benar menjual barang, seperti toko online pada umumnya, mulai dari menstok barang, mengembas, dan sampai mengirimkannya ke kurir. Tapi hanya sebagai etalase produk, lalu kita pasang link produk affiliate disana.
Untuk pembahasan tentang bisnis affiliate, nanti kita bahas di artikel lainnya saja ya, biar nggak panjang.
Maunya gimana?
Nah di woocommerce, sebetulnya sudah ada fasilitas untuk produk digital, yang sebetulnya bisa mengakomodasi produk affiliate ini. Dan bahkan ada plugin yang dibuat khusus untuk website affiliate.
Tapi saya tidak pakai itu, karena ini kebutuhannya agak spesifik, jadi saya buat sendiri aja, biar bisa benar-benar sesuai kebutuhan saya.
Masalahnya apa?
Nah tapi, karena tidak pakai mode “produk digital” dan tidak pakai plugin tambahan, inputs/textbox qty prdouk, jadi tetap kelihatan.
Karena saya tidak begitu mahir woocommerce ataupun wordpress. Jadi sampai sekarang saya nggak nemu cara menonaktifkannya lewat dashboard wordpress.
Solusinya gimana?
Ya sudah, kita bypass pakai code aja. Berikut ini adalah code untuk menonaktifkan atau menghapus input/textbox qty (quantity) pada halaman single product woocommerce.
Buka file functions.php di folder theme wordperss kamu.
Edit, lalu kalau sudah ada baris kode disana, kamu cukup taruh di baris paling bawah, diatas tanda “?>”
Save (simpan)
lalu coba refresh halamannya lagi. Dan sekarang input/textbox qty sudah hilang.
Di artikel berikutnya, mungkin saya akan bahas juga, cara mengcustomize tombol “Beli Sekarang” agar saat di klik, muncul dropdown menu. Dalam kasus saya ini, akan muncul dua opsi, apakah beli lewat “Tokopedia” atau “Shopee”.
Saya lagi benerin website saya yang lama. Dimana di salah satu halamannya, saya nambahin tampilan list produk, yang produknya ditampilkan berjejer kesamping, secara horizontal.
Sehingga saat websitenya di buka lewat HP, list produk tersebut bukan lagi berjejer dari atas kebawah, tapi berjejer kesamping. dan bisa di scroll ke kiri dan kekanan.
Masalahnya apa?
Nah masalahnya, tampilan garis dari scrollbarnya itu, ganggu tampilan banget. Saat halaman pertama di load, scrollbarnya itu secara default tampil seperti digambar. Walaupun memang, begitu di geser/disroll sedikit, scrollbarnya akan hilang. Nah tapi saya tetep nggak mau seperti itu.
Maunya gimana?
Saya maunya, begitu halaman di load dari pertama kali, list produk akan tampil tanpa adanya penampakan scrollbar. Seperti gambar dibawah ini.
Solusinya apa?
Lumayan lama sih cari solusinya. Karena ini pertama kali saya menerapkan list produk yang ditampilkan sejajar menyamping seperti ini.
Awalnya, saya pikir perintah “overflow-x: hidden;” fungsi untuk menyembunyikan scrollbarnya. Walaupun memang benar, scrollbarnya jadi hilang. Tapi list produknya jadi nggak bisa di scroll. Pokoknya perintah “overflow-x:” udah saya otak atik valuenya. dari auto, hidden, scroll, dll.
Tapi tetep aja, tidak sesuai dengan yang saya mau.
Setelah ngulik-ngulik lagi, ternyata kuncinya ada di : “display: none;”
Tapi jangan sampai salah nempatinnya ya. Cara pakainya, bisa lihat di code CSS dibawah ini. Karena kalau salah tempat, list produknya yang display nya = none (alias hilang). Jadi perhatikan cara pakainya di code CSS di bawah ini.
<style type="text/css">
/* Misalnya ini class scrollbar kamu */
.nama_class_kamu {
display: flex;
flex-wrap: nowrap;
position: relative;
overflow-x: scroll;
}
/* Menyembunyikan scrollbar untuk Chrome, Safari dan Opera */
.nama_class_kamu::-webkit-scrollbar {
display: none;
}
/* Menyembunyikan scrollbar untuk Internet Explorer, Edge and Firefox */
.nama_class_kamu {
-ms-overflow-style: none; /* Internet Explorer dan Edge */
scrollbar-width: none; /* Firefox */
}
</style>
Kesimpulan
Perintah “overflow-x: hidden;” bukan solusi yang tepat dalam kasus ini, karena fungsi ini bisa bikin list produk tidak bisa di scroll. Perintah “display: none;” adalah yang paling tepat, tapi penempatannya harus diperhatikan agar ditujukan untuk menghilangkan “webkit-scrollbar” nya. Bukan list produknya.
Saya punya website, yang di salah satu halamannya, ada semacam informasi penjadwalan. Dimana di kotak informasi tersebut, user bisa melihat, “tanggal berapa sih jadwal proses selanjutnya?”
Awalnya, user harus catat manual di kertas, atau di notes HP.
Tapi saya pengennya, proses jadi otomatis. Dimana user bisa tinggal klik satu tombol, lalu informasi otomatis tercatat di google calender si user (HP ataupun Desktop). Sehingga user nggak perlu lagi mencatat jadwal ini secara manual.
Kebutuhan
Cukup satu kali klik, google calender akan otomatis terbuka, dan sudah langsung terisi judulnya, tanggalnya dari tanggal berapa, sampai tanggal berapa, bahkan ada informasi tambahannya juga, yang mengandung link url.
Sehingga saat jadwalnya tiba, user dapat notifikasi di HPnya (pengingat). Saat notifikasi pengingat tersebut muncul, user tinggal klik, kemudian tampilah informasi catatan di google calender, lalu user tinggal klik link url, dan langsung di arahkan ke halaman yang mereka harus kunjungi, saat hari dimana jadwal telah ia tentukan. (semoga paham maksudnya 😂 lagi ngantuk banget males mikir).
Masalahya apa?
Sebenarnya, sistem pencatatan otomatis ke google calender ini sudah saya terapkan di website ini, sejak tahun 2018 lalu. Dan semenjak itu, semua user pakai dan semua berjalan dengan normal.
Cuman beberapa hari ini, user banyak yang info, kalau calender otomatisnya tidak merespon. Dimana saat di klik, muncul konfirmasi “sinkronisasi gagal”. atau kadang “event tidak ditemukan”, dll… Setelah saya coba sendiri, ternyata benar.
Solusinya apa?
Akhirnya, saya coba cek codingnya. Lalu saya coba cari referensi. Siapa tau aja, metodenya sekarang sudah berubah. Karena udah dari 2018, pasti ada yang di update oleh google.
Setelah cari tau, saya menyelesaikan masalah ini dengan 2 solusi.
Solusi 1 : ubah struktur url
Dulu format url yang saya pasang di code php saya seperti ini :
Sekarang urlnya berubah jadi : calendar.google.com/calendar/render?
Jadi kemungkinan pertama, error terjadi karena struktur url salah.
Solusi 2 : biarkan baris text bersambung (jangan di enter)
Setelah saya coba solusi 1, memang ada perkembangan, dimana kalendernya tampil, tapi fieldsnya tidak terisi otomatis (seperti judul, tanggal, dan catatan).
Lumayan membingungkan, karena sudah ditulis dengan format/struktur sesuai dengan contoh di dokumentasi google, tapi hasilnya kok tetap salah atau nggak bisa.
Dan akhirnya nemu solusi 2.
Solusi 2 ini tidak sengaja saya temukan, karena saya bener-bener ubah satu persatu. dari judul dulu, dari tanggal, kemudian fields yang lainnya. Uji coba ini saya tidak rapikan, sehingga saya sambung textnya tanpa meng-enternya. Dan bisa.
Jadi ketemulah disana penyebabnya, bahwa itu disebabkan karena baris text urlnya, ternyata nggak boleh di enter. nggak boleh ada br (break).
Saya belajar hal baru hari ini. Sekitar 2 jam lamanya, saya lagi ngulik bootstrap, cara agar bisa mengurutkan objek, mana yang di atas, mana yang dibawah. Saat halaman mengalami break point, dari mode desktop ke mode mobile.
Diketahui
Saat event break point terjadi, secara default bootstrap mengurutkan objek atau kolom grid, dimana yang berada dikiri, akan berada di atas, dan yang kanan akan berada di bawahnya.
Apa kebutuhan saya?
Dalam kasus ini, saya lagi bikin sebuah halaman, yang di halaman tersebut menampilkan 3 judul informasi (3 paket gambar dan text seperti video diatas). Tapi di tampilkannya dengan zig zag. Baris pertama gambarnya dikiri, baris kedua gambarnya di kanan, baris ketiga gambarnya di kiri lagi.
Apa masalahnya?
Dengan sifat default, objek kiri akan di atas, dan objek kanan akan di bawah, dengan di tumpuk secara zig zag seperti ini, saat kondisi break point terjadi, di mode mobile tumpukannya jadi berubah.
Tumpukan di mode desktop
Tumpukan di mode mobile
Sebelah kiri, menunjukan hasilnya setelah beralih dari mode desktop ke mode mobil, tapi yang saya mau seperti di kanan. Tumpukannya berurutan dari : urutan 1. gambar : text, urutan 2. gambar : text, urutan 3. gambar : text.
Penampakan aslinya seperti ini.
Solusinya
Ternyata di bootstrap sudah ada fungsi/class untuk mengurutkan secara custom, tiap objek, semau kita.
Nama classnya adalah “order” simak dokumentasi bootstrap tentang order disini.
Sebelum di manupulasi.
<div class="container">
<div class="row">
<div class="col-lg-6 align-self-center">
<img class="shadow" src="https://www.w3schools.com/w3images/lights.jpg" style="width:300px" />
</div>
<div class="col-lg-6">
<div class="p-5 mt-4">
<h1 class="display-4">Test Judul 1</h1>
<p class="lead">Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.</p>
<a href="#" class="btn btn-outline-dark">Selengkapnya</a>
</div>
</div>
</div>
<div class="container">
<div class="row">
<div class="col-lg-6 align-self-center">
<img class="shadow" src="https://www.w3schools.com/w3images/lights.jpg" style="width:300px" />
</div>
<div class="col-lg-6">
<div class="p-5 mt-4">
<h1 class="display-4">Test Judul 2</h1>
<p class="lead">Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.</p>
<a href="#" class="btn btn-outline-dark">Selengkapnya</a>
</div>
</div>
</div>
<div class="container">
<div class="row">
<div class="col-lg-6 align-self-center">
<img class="shadow" src="https://www.w3schools.com/w3images/lights.jpg" style="width:300px" />
</div>
<div class="col-lg-6">
<div class="p-5 mt-4">
<h1 class="display-4">Test Judul 3</h1>
<p class="lead">Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.</p>
<a href="#" class="btn btn-outline-dark">Selengkapnya</a>
</div>
</div>
</div>
Sesudah di manipulasi
<div class="container">
<div class="row">
<div class="col-lg-6 align-self-center">
<img class="shadow" src="https://www.w3schools.com/w3images/lights.jpg" style="width:300px" />
</div>
<div class="col-lg-6">
<div class="p-5 mt-4">
<h1 class="display-4">Test Judul 1</h1>
<p class="lead">Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.</p>
<a href="#" class="btn btn-outline-dark">Selengkapnya</a>
</div>
</div>
</div>
<div class="container">
<div class="row">
<div class="col-lg-6 align-self-center order-lg-1">
<img class="shadow" src="https://www.w3schools.com/w3images/lights.jpg" style="width:300px" />
</div>
<div class="col-lg-6">
<div class="p-5 mt-4">
<h1 class="display-4">Test Judul 2</h1>
<p class="lead">Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.</p>
<a href="#" class="btn btn-outline-dark">Selengkapnya</a>
</div>
</div>
</div>
<div class="container">
<div class="row">
<div class="col-lg-6 align-self-center">
<img class="shadow" src="https://www.w3schools.com/w3images/lights.jpg" style="width:300px" />
</div>
<div class="col-lg-6">
<div class="p-5 mt-4">
<h1 class="display-4">Test Judul 3</h1>
<p class="lead">Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.</p>
<a href="#" class="btn btn-outline-dark">Selengkapnya</a>
</div>
</div>
</div>
Ada tambahan class : order-lg-1
Artinya, objek yang ada di bawah div tersebut, akan diurutkan nomor 1 atau di atas.
Lumayan lama nggak nemu – nemu, cara nampilin baris code html, php, javascript, ataupun css, di blog post, tiap lagi ngebahas yang ada hubungannya sama code. Sebenernya, gampang aja kalau di cari tau, cuman emang males aja nyari taunya.
Tapi tiap kali post blog baru yang ada codenya, bingung lagi… bingung lagi…. saking malesnya nyari, saya lebih sering screenshoot aja, lalu gambarnya saya tempel di blogpost. Biar cepet aja.
Sempat pakai plugin dari codepen embed, tampilannya bagus sih. cuman repotnya, tiap kali mau nampilin code di blogpost, kita harus login dulu ke codepen.io setelah itu bikin pen baru dulu. baru pen itu kita embed ke blogpost kita. Ahhhhhh ribet banget pokoknya.
Tadi sambil nyari nyari tutorial, ehhh ada blog yang tampilan baris kodenya ini rapi banget. Langsung kepikiran, karena selama ini saya sulit banget kalau mau bikin blogpost yang nampilin code seperti ini.
akhirnya saya inspect elements. lalu cari tau, element ini namanya apa. Ketemulah namanya CodeMirror.
Ya sudah, saya coba cari di wordpress plugins, ketemu.
Saya coba install, dan cobain.
Saya coba pakai sampel code dari bootstrap.
Dan hasilnya seperti ini.
Akhirnya, mulai sekarang bisa nampilin sampel code lebih profesional hehehehe.
Ini adalah salah satu website client saya. dan tiba – tiba doi chat whatsapp whatsapp, bilang ada error di bagian atas tiap halaman. Setelah saya cek, ternyata benar. Bahkan di halaman WP Adminnya juga muncul error yang sama.
Sebelum nyari info di google, saya coba cari tau sendiri masalah apa apa, dengan cara melihat lokasi/posisi errornya. Dari errornya posisinya ada di file fungctions.php di folder wp-includes. Tepatnya di baris ke 5835.
Notice: Function register_uninstall_hook was called incorrectly. Only a static class method or function can be used in an uninstall hook. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 3.1.0.) in wp-includes/functions.php on line 5835
Setelah saya cek disini, saya tidak mendapatkan petunjuk apa apa, karena baris codenya bukan dari pluginnya. Tapi ini baris code defaultnya wordpress.
Jadi saya coba cari solusinya di google.
Dari diskusi – diskusi yang ada, sepertinya tidak ada yang benar benar tau, penyebab dan solusinya apa. Malah banyak cara cara yang sifatnya bypass. Ngasih code agar errornya ga muncul aja, tapi tidak benar-benar menyelesaikan masalahnya.
Penyebab
Tapi kalau ngeliat pesan errornya, sepertinya ini masalah plugin, yang tidak sempurna saat proses register (install) ataupun saat proses uninstall. Akhirnya saya coba cek satu persatu pluginnya. Dengan cara, men-non aktifkan, satu persatu plugin, lalu refresh halamannya, memastikan apakah errornya masih muncul apa tidak.
Akhirnya, tibalah di satu plugin bernama “HC Custom WP-Admin URL“
Mungkin tiap kasus, akan berbeda beda, tidak mesti harus di plugin ini aja. karena kebetulan mungkin saat proses installasi ataupun uninstall, prosesnya tidak selesai dengan sempurna, sehingga error itu muncul.
Mungkin aja, client saya ini ada nginstall plugin ini, atau sempat menguninstall, saya nggak tau. Tapi intinya, penyebab errornya ada di plugin ini.
Sekali lagi, mungkin di kasus kamu bukan plugin ini penyebabnya. Tapi cara ngeceknya sama, seperti yang saya jelaskan di atas.
Solusi
Setelah kamu tau plugin mana yang bermasalah, sekarang coba Uninstall dan Install ulang plugin tersebut. atau kalau tetap tidak bisa, gunakan plugin lain yang fungsinya sejenis.
Saya sempat observasi, untuk cari tau, tempat beli followers yang bagus, dan aman itu dimana.
Karena saya sebagai web developer, client saya sering ada nanyain, “Bli adi, tempat beli followers dimana ya?” atau “Ada rekomendasi tempat beli followers nggak bli?”
Jangan sampai saya nggak tau, atau salah ngasih rekomendasi.
Karena yang begini begini nih, fatal.
Salah ngasih rekomendasi, nanti akun client saya keblokir gimana? kan nggak enak juga sama mereka, ia nggak?
Sehingga waktu itu, saya cari tau. dari sekian banyak yang saya temukan di google, saya catetin satu satu. Tapi nggak semuanya juga saya cobain, saya pilih beberapa, yang kiranya kelihatannya aman untuk dicoba.
Nah dari sana, saya menemukan, ada aja plus minusnya.
Dan disini juga berlaku hukum, ada harga, ada kualitas.
Kalau kamu pengen kualitas followers yang bagus, maka harus siap bayar harga lebih mahal.
Mungkin ada yang nanya, followers yang bagus itu emang harganya berapa?
Kalau yang sering saya pakai ini,
1.000 followers, harganya Rp 170.000 2.000 followers, harganya Rp 330.000
Itu untuk followers yang berkualitas ya. yang sering saya pakai. harganya segitu.
Followers yang berkualitas seperti apa sih?
Kualitas yang bagus
Ciri cirinya, akunnya pakai nama manusia, ada profil picturenya, minimal biasanya 3 postingan foto. jadi mirip seperti akun asli pada umumnya. dan permanen, jumlahnya tidak berkurang.
Kualitas yang tidak bagus
akunnya pakai nama template angka huruf nggak jelas, nggak ada profile picture, nggak ada postingan. dan tidak permanen. Jadi misalnya hari ini beli 3.000, beberapa hari kemudian, tinggal 2.000, seminggu kemudian tinggal 1.000, begitu terus berkurang terus.
Nah biasanya, akun-akun yang nggak bagus kualitasnya ini, dijual murah banget, banyak dijual di marketplace juga. kisaran Rp 30.000 udah dapet ribuan followers.
Kalau saya sih udah kapok beli followers yang murah-murah itu. Mending yang pasti pasti aja.
Nah kalau menurut saya gini,
Bagi kamu, yang beli followers untuk akun sosmed usaha, yang akunnya kamu peliharaaa banget. apalagi yang nama urlnya udah unik banget, selaras sama nama brand kamu. atau ID akunnya seragam sama semua sosmed, antara instagram, facebook, tiktok, twitter, youtube. namanya udah sama semua.
Dari sekian kali nyoba, saya akhirnya ketemu tempat beli followers, yang menurut saya, sesuai sama kebutuhan, dan ekspektasi saya. Karena saya memang butuh layanan yang spesifik.
Misalnya, harga udah worth it, layanannya udah oke,
Nah ini yang penting. Selain followersnya berkualitas dan permanen, ada satu hal yang belum saya temukan di tempat lain, dimana proses penambahan followersnya itu, dilakukan secara perlahan, sedikit demi sedikit tiap harinya. Terjadwal.
Dengan cara kerja seperti ini, dimata algoritma, terkesan kayak followersnya bertambah secara organik, sehingga sulit terdeteksi sebagai pelanggaran. maka ini jadi jauh lebih aman.
Beli followers dimana?
Tapi kalau kalian tanya saya, tempat beli followers yang recommended dimana?
Ini the best banget lah pokoknya. Saking bagusnya, saya sampai terinspirasi bikin Blog Series ini.
Karena semenjak ketemu situs ini, paradigma negatif tentang beli followers, seperti takut akun diblokir, takut kena shadow banned, takut jumlah followers drop, takut ketipu, dll. Disini aman banget. pelayanannya profesional.
Selama linknya masih ada, artinya layanan mereka masih saya pakai.
Sekali lagi, saya tidak dibayar, saya tidak disponsori, saya bukan afiliasi (biasanya afiliasi linknya kan ada kodenya di belakang).
Pokoknya ini the best banget lah, dari yang pernah saya coba. Followersnya berkualitas, permanen, harga lebih murah padahal, terus mereka punya sistem penambahan followers secara perlahan. sehingga sangat sangat aman. Terus kita juga dapet monitoring gitu, kita bisa pantau penambahan per harinya berapa. sangat transparan. Terus ada garansinya juga. Pokoknya profesional banget pelayanannya. Pembayaran bisa pakai Ewallet OVO, Gopay, kalau tidak salah bisa pakai bank transfer juga.
Selain “rekomendasi tempat beli followers”, saya juga sertakan link download file excel. Isnya daftar penjual followers di indonesia, yang saya temukan di google, selama observasi.
Kalau kamu memang butuh, silahkan aja di download. Siapa tau bermanfaat.
Nanti di part lainnya, saya juga akan jelasin, jenis-jenis followers itu apa aja? termasuk masalah-masalah, dan resiko-resikonya yang kemungkinan terjadi. Jika kita salah membeli followers.
Agar kamu nggak perlu mengalami kerugian, yang pernah saya alami dulu.
Penutup
Saya ucapin Terimakasih banget, buat kamu yang nyimak sampai disini.
Sampai ketemu di part berikutnya, part 4. Apakah beli followers itu boleh?
Dari pandangan umum, beli followers adalah cara yang salah.
Dapetin followers secara organik, adalah cara yang bener.
Tapi disini, tugas saya ngasih edukasi.
Jadi, saya tidak pro dan kontra, dengan dua pilihan ini.
Tanpa ada artikel inipun, praktek beli followers, sudah lumrah dilakukan, oleh masyarakat umum. dari dulu, hingga hari ini.
Artikel ini bertujuan untuk ngasih wawasan, beli followers itu seperti apa sih?, plus minusnya apa aja, keuntungan dan kerugiannya, latar belakang, sampai konsep cara kerjanya.
Kalau kamu butuh wawasan ini, silahkan ditonton.
Tapi kalau tidak, silahkan stop dan skip artikel ini.
Bagi kamu, pemilik bisnis, yang lagi kesulitan, naikin jumlah followers. Dan memilih untuk pakai jasa beli followers? simak artikel ini baik baik.
Bagi kamu yang belum menyimak part 1, please simak dulu part 1. Karena disana dijelasin, hal paling dasar, yang kamu harus tau, sebelum nyimak seluruh part series.
Tapi kalau kamu sudah nyimak dari part 1. yuk kita lanjut.
Apa itu beli followers?
Oke saya akan mulai jelaskan, dari hal paling dasar dulu.
Beli followers itu apa?
Karena kenyataannya, banyak yang belum tau, kalau followers itu bisa dibeli.
Pertama saya jelasin, proses dapetin followers secara organik, baru setelah itu saya jelasin proses beli followers.
a. Cara Organik
Jadi gini, kan biasanya, setelah bikin akun, karena akunnya baru, followersnya masih sedikit, anggap aja misalnya yang follow baru 1. Yang ngefollow baru cuman kamu.
Proses berikutnya biasanya, kamu share ke temen-temen dan saudara-saudara kamu, minta tolong, agar akun ini di follow.
Udah ngemis-ngemis minta di follow, ehhh mentok-mentok dari sana cuman dapet 100 followers.
Sebagai mbak mbak dan mas mas biasa seperti saya. Perjuangan untuk dapat 100 – 300 followers itu, susah banget. Apalagi ini akun untuk jualan.
Kalau akun pribadi sih, cenderung lebih gampang. Karena orang, justru minta biasanya. Tapi dalam kasus ini kan, kita bahas akun untuk dagang.
Kalau produk, atau jasa yang kamu jual, unik banget, bagus banget, keren banget, dan berkarakter. Mungkin banyak orang yang follow.
Tapi kenyataannya di lapangan, kan tidak semua pelaku usaha, punya produk, layanan, atau kapasitas yang luar biasa, sama tingginya.
Karena yang menentukan bukan hanya hardskill dan softskill disini, tapi ada faktor lain, seperti budget, privilege, lingkungan, dll.
Gimana dengan sales asuransi, sales mobil, sales property, (ini bukan ngomongin omzet ya, tapi followers) Rasanya nggak banyak deh, orang dengan sengaja memfollow akun bisnis seperti ini. Kecuali emang disuruh mem-follow. Kenapa saya tau? karena beberapa client, yang bikin web di saya, ada di industri itu.
Mereka susah banget dapet followers organik.
Kenapa jumlah followers penting untuk mereka? karena saat ini, mereka dituntut pemasarannya lewat digital marketing. Pakai fb ads, google ads, tapi pas calon customer ngeklik akunnya, followersnya cuman 100 – 200, kan jadi ada rasa keraguan gitu dari calon customer mereka. Mereka sebagai pemilik akun juga ngerasa rada rada kurang PD.
Bahkan banyak loh, perusahaan Social Media Agency, yang seharusnya dia membantu menaikkan engagement sosmed clientnya, tapi akun mereka sendiri, followersnya cuman 100 – 300. Itu kenapa, jasa Social Media Agency, juga terpaksa harus beli followers. Kalau mengandalkan followers organik, siapa yang memfollow akun seperti ini?
Yang berusaha mau saya sampaikan adalah, ada memang kategori akun sosmed tertentu, yang niche nya, sangat spesifik. Sehingga sulit mendapatkan followers.
Udah ngemis-ngemis minta di follow ke orang terdekat, itu pun setelah di follow, di silent, Udah coba bikin konten yang proper, ehhh yang nonton nggak seberapa, nggak ngasilin followers baru juga. Udah coba ngiklan berbayar, yang liat sih banyak, tapi yang memfollow cuman satu dua orang. Karena prinsipnya, orang ke sosmed untuk bersenang-senang, nggak suka dijualin.
Jadi untuk kategori bisnis tertentu, untuk dapetin 100 – 300 followers itu susah banget, kapan nyampek ke 3.000 followers ia nggak?
Kebayang ya susahnya. Nah itu cara normal.
b. Beli Followers
Nah dengan beli followers, kamu cukup sediakan uang. Tinggal bayar, tunggu beberapa jam, kamu udah dapet sejumlah followers yang kamu inginkan.
Cara kerjanya gini.
Hubungi, atau buka situs jasa beli followers
Tentukan jumlah, followers yang kamu butuhkan
Lakukan pembayaran
Maka, si penyedia layanan beli followers, akan mulai penambahan jumlah followers, untuk akun kamu
Nanti, jumlah followers akun sosmed kamu, akan bertambah, sesuai jumlah followers yang kamu pesan
Gampang kan? nggak perlu ngemis ngemis minta di follow?
3.000 followers, kalau kamu lakukan manual, “normalnya” butuh waktu berbulan bulan, bahkan ada yang sampai tahunan. yang kita korbankan adalah waktu, tenaga, pikiran dan uang.
Nah dengan beli followers, yang kamu korbankan cuman satu, yaitu uang. sehingga kamu bisa menghemat waktu kamu, tenaga kamu, dan pikiran kamu, untuk melakukan hal lain yang lebih produktif. Bikin konten produk misalnya.
Pasti ada yang bilang :
Tanya : Ada kok bro, sales asuransi, sales mobil, fotografer, travel wisata, yang followersnya banyak. Murni tanpa beli followers.
Jawab : Bro, kapasitas orang beda-beda, spektrumnya sangat luas. Yang kamu sebutkan tadi itu, adalah orang orang yang berada di level tertinggi, kita harus akui, orang-orang yang level dan kapasitasnya standar, itu ada, dan jumlahnya jauh lebih banyak. Makannya di part 1 saya bilang, beli followers tidak untuk semua orang.
Tanya : Ahhh jumlah followers itu nggak penting bro, yang penting itu interaksinya (views, like, komen, share).
Jawab : Brooo ini akun dagang, followers aja baru 100, gimana orang meratiin kita, gimana orang percaya sama akun toko online kita? boro boro dapet interaksi, dilirik aja kagak?
Semuanya penting bro!. Akun dagang kita, akan dinilai bagus, oleh calon customer kita, dinilai dari banyak faktor.
Mulai dari profile picture, jumlah followers, isi bio, kerapihan feeds, kualitas konten, dari cara kita merespon, dan lain-lain.
Jangan pilih salah satu, kita harus penuhi semua faktor itu.
Nah mumpung di konten ini, kita lagi ngomongin followers, jadi kita spesifik ke followers. Kita harus jujur akui, bahwa jumlah followers itu penting, sama pentingnya dengan interaksi dari audience, dan seluruh faktor tadi.
Beli followers itu boleh?
Kalau kamu tanya, ke sosial media guru (orang yang ahli di bidang sosmed).
“boleh nggak beli followers?” sudah pasti, jawaban mereka, nggak boleh.
Kenapa? karena mereka jualannya ya buku, kelas, dan seminar yang ngajarin “Cara naikin jumlah followers secara organik”. Jadi prinsip beli followers ini sangat bertolak belakang dengan prinsip mereka.
Kalau dia ngebolehin beli followers, justru aneh. Karena ilmu-ilmu yang diajarin, jadi nggak kepakek.
Nah sebelum kamu salah paham, tentang ini. Mohon bersabar sebentar ya, karena hal ini saya bahas dengan lengkap di episode tiga, episode berikutnya, setelah artikel ini.
Jadi kita lanjut dulu ya, sedikit lagi.
Beli followers itu aman?
Mungkin ada yang bilang lagi :
Kalau beli followers, nanti akun kita bisa kena banned, atau shadowban.
Kalau beli followers, nanti berpengaruh ke conversion rate.
Kalau beli followers, awalnya aja nambah, nanti angka followers turun lagi.
Sudah transfer, tapi orangnya kabur, ketipu. Dan lain-lain.
Semua pertanyaan-pertanyaan atau kasus-kasus yang terjadi, seputar beli followers, akan saya bahas tuntas di episode episode berikutnya.
Semua hal buruk itu bisa terjadi, karena kamu nggak ngerti aturan mainnya.
Inilah tujuan utama saya, bikin konten ini. Untuk ngasih wawasan, gimana caranya agar kita menggunakan strategi beli followers ini, dengan baik dan benar.
Sehingga, saat kita beli followers, justru yang kita dapatkan adalah manfaat positifnya, bukan resiko atau masalah-masalah tadi.
Secara pandangan umum, beli followers adalah cara yang salah. Sedangkan, dapetin followers secara organik, adalah cara yang bener.
Tapi disini, tugas saya ngasih edukasi. Jadi, saya tidak pro dan kontra, dengan dua pilihan ini.
Karena tanpa artikel inipun, praktek beli followers, sudah lumrah dilakukan, oleh masyarakat umum. Dari dulu, sampai sekarang.
Walaupun, pengguna layanan beli followers ini banyak, tapi kalau saya perhatikan, untuk saat ini, jarang banget, ada konten di sosmed ataupun di youtube, yang bener-bener mau ngebahas secara mendalam, dari sisi beli followers ini.
Walaupun sekali lagi, beli followers itu cara yang salah, tapi kenyataannya, yang makek banyak.
Kenapa banyak yang makek? karena beli followers itu ada manfaatnya, walaupun ada efek buruknya juga.
Maka harusnya, ada yang ngasih edukasi, sebuah strategi agar kita bisa mengambil efek baik dari beli followers ini, dan mampu meminimalisir efek buruknya.
Kalau dianalogikan, ini mirip seperti rokok.
Secara pandangan umum, rokok tidak baik untuk kesehatan. Tapi faktanya di lapangan, dari dulu sampai sekarang, masih banyak yang merokok.
Tugas para pakar kesehatan, ngasih edukasi, “stop merokok, ganti dengan gaya hidup sehat”
Dalam konteks ini, tugas saya, sebagai perokok berpengalaman (ceritanya), ngasih edukasi, “cara meminimalisir efek buruk dari merokok”
Karena saya paham, orang merokok bukan karena ingin (kadang-kadang), tapi karena butuh. Banyak dari mereka, yang pengen berhenti, tapi suliiiiiit sekali.
Kalau kamu tidak bisa berhenti merokok, minimaaaaaal kamu tau caranya meminimalisir efek buruk dari rokok. Misal, program detox, mengkonsumsi buah dan sayur tertentu, rutin olahraga, membatasi jumlah rokok per hari, dll.
Nah kembali lagi ke konteks beli followers,
Artikel ini, bertujuan untuk ngasih wawasan, beli followers itu seperti apa sih?, plus minusnya apa aja, keuntungan kerugiannya, latar belakang, sampai konsep cara kerjanya.
Kalau kamu nggak bisa ngasilin followers secara organik, dan berencana mau beli followers. minimaaaaaal, kamu tau cara meminimalisir resiko-resiko saat membeli followers. Misalnya, cara agar akun tidak terblokir, agar followersnya permanen nggak berkurang, agar nggak kena tipu, dll.
Sekarang, kamu tanyakan diri kamu sendiri.
Kamu butuh nggak wawasan ini? kalau tidak, silahkan stop membaca dan skip artikel ini.
tapi kalau butuh, silahkan ditonton rangkaian artikel ini, dari part 1 hingga part terakhir.
Fakta dilapangan
Bagi kamu, pemilik bisnis, yang lagi kesulitan, naikin jumlah followers, dengerin ini baik baik.
Sekarang coba perhatikan, akun sosmed kompetitor kamu, yang followersnya banyak banget itu. Padahal kontennya nggak ada yang viral, interaksi di postingannya, juga biasa biasa aja. Tapi kok bisa ya? followersnya sebanyak itu?
Jangan-jangan, akun sosmed kompetitor kamu, yang followersnya banyak itu. followersnya beli.
Jangan-jangan, Akun sosmed bisnis temen kamu, yang followersnya banyak itu. followersnya beli.
Tapi kalau kamu tanya, ya mereka nggak bakal ngaku. Kenapa? ya malu, malu lah. Hal ini tuh masih tabu.
Dan mereka juga nggak pengen, kamu tau itu.
Sebenarnya, beli followers ini tuh, udah jadi rahasia umum, di kalangan bisnis owner (pemilik bisnis). Khususnya yang melek, digital marketing.
Semua tau, dan banyak dari mereka, pakai jasa, beli followers.
Kalau kamu baru tau hari ini?, Good!, kamu di artikel yang tepat. Disini saya akan bongkar, semua rahasianya, sampai tuntas!
Goal saya, membuat konten series “Beli Followers” ini, agar kamu ngerti aturan mainnya. Sehingga, saat kamu memutuskan untuk beli followers, kamu bisa melakukannya dengan baik dan benar. Sehingga bermanfaat untuk bisnis kamu.
Karena faktanya, ada sudut pandang menarik, dari sebagian pemain bisnis online.
bahwa beli followers itu “tidak curang”, hari ini, sudah menjadi “strategi dagang”.
Kalau kamu hari ini, lagi ngembangin akun sosmed, tapi tidak ikut pakai cara ini, kemungkinan kamu akan ketinggalan, dari kompetitor kamu.
Karena dalam konteks mengembangkan akun sosmed, salah satu matriks keberhasilannya, dilihat dari jumlah followers. (sekali lagi, salah satunya).
Silahkan simak sampai habis, ikuti semua episodenya, dengan klik playlistnya di deskripsi, agar kamu, nonton videonya, secara berurutan. Pasti bermanfaat!
Mindset Dasar Sebelum Beli Followers
Di Part 1 ini, saya akan khusus ngomongin, hal-hal paling mendasar, yang perlu kamu tahu, sebagai bekal mindset, untuk menyimak artikel di part – part berikutnya.
Agar kamu tidak perlu ngabisin energi, untuk berpikir, dan berkomentar skeptis, tentang konten ini.
Artikel “Beli Followers” ini, adalah salah satu Artikel Series di blog ini, yang ngajarin cara benar, beli followers.
Di blog ini juga, tapi di Artikel Series yang lain, saya juga bahas “Strategi dapetin followers secara organik”.
Jadi, saya tidak pro dan kontra, antara dua pilihan ini. Antara beli followers atau followers organik.
Karena kenyataannya di lapangan, kapasitas orang beda beda.
Ada yang mampu menghasilkan followers secara organik, ada yang tidak.
Jadi di konten ini, saya tidak menyalahkan dan membenarkan, pilihan-pilihan tadi.
semua kembali, ke kapasitas dan kebutuhan masing-masing.
Kalau kamu, rencana mau beli followers? tapi masih mikir-mikir? silahkan ikuti rangkaian artikel ini, sebagai referensi.
Tapi kalau kamu mau dapetin followers secara organik? silahkan simak, di Artikel Series saya yang lain. yang ngebahas tentang itu. Bisa klik Disini.
Oke lanjut.
Beli Followers, tidak untuk semua orang, mungkin juga bukan untuk kamu, Jadi simak ini baik baik.
Menghasilkan followers secara organik, adalah cara yang paling bener. Paling disaranin. Tapi kalau kamu tidak mampu menghasilkan followers secara organik, beli followers adalah salah satu solusinya.
Beli followers, hanya untuk di awal-awal saja, setelah akun baru dibuat. Setelah itu, sebaiknya kamu dapatkan followers secara organik. Karena, setelah kamu beli followers sebanyak 1.000 atau 3.000 misalnya. Berikutnya, kamu akan cenderung lebih mudah mendapatkan followers baru yang organik. Dibandingkan, akun yang followersnya dikit (100 followers misalnya). Nggak akan ada yang meratiin akun kamu, kalau followersnya cuman 100.
Semua yang saya jelaskan di konten ini, atas dasar niat baik, untuk membantu. Karena dulu saya juga mengalaminya sendiri. Sebagai web developer, saya juga melihat keresahan ini di client-client saya. Jadi konten ini saya buat, didasari atas niat baik, untuk membantu, untuk bermanfaat.
Beli followers yang saya jelaskan ini, untuk membantu pelaku UMKM, yang sedang merintis produk atau usaha mereka. Untuk jualan ya, untuk berdagang. Jadi saya nggak ngajarin kamu, beli followers, hanya untuk gaya gayaan. Apalagi untuk tujuan yang tidak baik, atau merugikan orang lain.
Walaupun untuk keperluan “dagang”, konten ini saya khususkan, bagi kamu yang budget marketingnya minim, atau bahkan nggak ada sama sekali. Tapi kalau, kamu punya budget marketing diatas 1 juta per bulannya, mendingan kamu pakai strategi lain, seperti iklan berbayar, endorse, memproduksi konten berkualitas, dll.
Bagi kamu, seorang seleb, atau publik figur, atau brand besar. Konten ini, “mungkin” bukan untuk kamu. Karena kalian sebetulnya punya sumber daya!, untuk dapetin followers secara organik. Jadi gunakan sumber daya kamu, okay!
Strategi ini hanya untuk kamu, mbak-mbak dan mas-mas biasa, seperti saya. Yang nggak punya privilege, atau sumber daya yang memadai, yang semuanya serba biasa-biasa saja. Sehingga kesulitan mendapatkan followers organik, Tapi disatu sisi, kita dituntut muncul di sosial media, karena kita punya produk atau layanan yang bagus. Dan layak diperkenalkan ke orang banyak.
Beli Followers, tidak untuk semua orang, dan hanya dilakukan di awal awal saja, tidak seterusnya. Ingat itu baik baik.
Saat beli followers, tidak boleh sembarangan juga. Salah beli followers, akun kamu bisa kena blokir. Salah beli followers, kamu juga bisa kena tipu.
Jadi pastikan simak, seluruh rangkaian Artikel Series ini.
Penutup
Sampai ketemu di part berikutnya, part 2.
Kita akan mulai masuk ke pembahasan, Beli followers itu seperti apa sebenernya? belinya dimana? dan bagaimana cara belinya?