Blog

  • Penting! pahami dulu, apa itu beli followers? cara menambah followers instagram dengan cepat

    Penting! pahami dulu, apa itu beli followers? cara menambah followers instagram dengan cepat

    Photo : pagetraffic.com

    Untuk kamu yang punya bisnis online, tapi followersnya dikit. Dengerin ini baik baik. biar kamu nggak nyesel belakangan.

    Akun bisnis kompetitor kamu, yang followersnya banyak itu. followersnya beli.

    Akun bisnis temen kamu, yang followersnya banyak itu. followersnya beli.

    Tapi kalau kamu tanya, ya mereka nggak bakal ngaku. Kenapa? ya malu, malu lah.

    Dan mereka, juga nggak pengen kamu tau itu.

    Fakta beli followers

    Sebenarnya, ini tuh udah jadi rahasia umum, di kalangan pemain bisnis online. Semua tau, dan “semuanya” pakai jasa beli followers.

    Tapi kalau kamu, baru tau hari ini? ya kemungkinan kamu baru, di dunia persilatan bisnis online ini.

    Kalau kamu baru tau hari ini?, Good!, kamu di artikel yang tepat. Disini saya akan bongkar, semua rahasianya, sampai tuntas!

    Setelah nonton rangkaian artikel ini, kamu bakal punya sudut pandang baru, yang sedikit berbeda, tentang praktek jasa beli followers.

    Karena faktanya, beli followers itu “tidak curang”, hari ini sudah menjadi “strategi dagang”.

    Kalau kamu hari ini, memulai bisnis online, tapi tidak ikut pakai cara ini, kemungkinan kamu akan ketinggalan jauh dari kompetitor kamu.

    Terutama dalam konteks mengembangkan akun sosmed.

    Silahkan simak sampai habis, pasti bermanfaat.

    Disclaimer

    Sebelum masuk ke pembahasan, episode 1 dan episode-episode berikutnya, saya mau disclaimer dulu, agar kamu tidak perlu ngabisin energi, untuk berpikir, dan berkomentar skeptis tentang konten ini.

    Beli Followers, tidak untuk semua orang, mungkin bukan untuk kamu, Jadi simak ini baik baik.

    • Menghasilkan followers secara organik, adalah cara yang paling bener. Tapi kalau kamu tidak mampu menghasilkan followers secara organik, beli followers adalah salah satu opsinya.
    • Beli followers, hanya untuk di awal-awal saja, setelah akun baru dibuat. Setelah itu, kamu akan lebih mudah dapetin followers baru secara organik. Karena prinsipnya, akun dengan followers yang banyak, lebih mudah mendapatkan followers baru. Dibandingkan akun yang followersnya dikit (100 followers misalnya), Apalagi, akun sosmed untuk dagang.
    • Semua yang saya jelaskan di konten ini, atas dasar niat baik, untuk membantu. Karena saya juga mengalaminya sendiri, sebagai web developer, saya juga melihat keresahan ini di client-client saya. Jadi konten ini, didasari atas niat baik, untuk membantu klien saya, dan moga moga bisa membantu kamu juga.
    • Beli followers yang saya jelaskan ini, untuk membantu pelaku UMKM, yang sedang merintis produk atau usaha mereka. Untuk jualan ya, untuk berdagang. Jadi saya nggak ngajarin kamu beli followers, hanya untuk gaya gayaan.
    • Walaupun untuk keperluan “dagang”, konten ini saya di khususkan, bagi kamu yang budget marketingnya minim, atau bahkan nggak ada sama sekali. Tapi kalau, kamu punya budget marketing diatas 1 juta per bulannya, mendingan kamu pakai strategi lain, seperti iklan berbayar, endorse, memproduksi konten dengan budget, dll.
    • Bagi kamu, seorang seleb, atau publik figur, atau brand besar. konten ini bukan untuk kamu.
    • Strategi ini hanya untuk kamu, mbak-mbak dan mas-mas biasa, seperti saya. Yang nggak punya privilege apa apa. Tapi punya produk atau layanan yang bagus. Dan layak diperkenalkan ke orang banyak.

    Strategi Beli Followers, tidak untuk semua orang, dan hanya dilakukan di awal awal saja, tidak seterusnya. Ingat itu baik baik.

    Saat beli followers, tidak boleh sembarangan juga. Salah beli followers, akun kamu bisa kena blokir. Salah beli followers, kamu bisa kena tipu.

    Agar kamu terhindar dari semua itu, silahkan simak semua episodenya, biar kamu paham aturan mainnya.

    Apa itu beli followers?

    Oke saya akan mulai jelaskan dari hal paling dasar dulu. Bagi kamu yang belum paham, beli followers itu maksudnya gimana? Sini saya jelasin.

    Karena dua teman saya, salah mempersepsikan apa itu beli followers. Jadinya saya pikir, kayaknya perlu ngejelasin apa itu beli followers.

    Mereka pikir, beli followers itu, bayar orang terkenal untuk bikin konten. Lalu, kontennya di upload di akun sosmed kita. Harapannya, fans mereka ikut memfollow akun sosmed kita. Itu namanya endorse. Beli followers tidak serumit itu.

    Saya coba jelaskan, dengan membandingkan 2 kasus ini.

    Pertama, gimana dapetin followers secara organik (cara normal)

    Kedua, gimana dapetin followers dengan cara beli (beli followers).

    a. Cara Organik

    Jadi gini, kan biasanya, setelah bikin akun, karena akunnya baru, followersnya masih sedikit, anggap aja misalnya yang follow baru 1. Yang ngefollow kamu sendiri.

    Proses berikutnya biasanya, kamu share ke temen-temen, dan saudara-saudara kamu, minta tolong, agar akunnya di follow.

    Udah ngemis-ngemis minta di follow, ehhh mentok-mentok dari sana cuman dapet 100 followers.

    Sebagai mbak-mbak dan mas-mas biasa seperti saya. Perjuangan untuk dapatin 100 – 300 followers itu, susah banget. Apalagi ini akun untuk jualan.

    Kalau akun pribadi sih, cenderung lebih gampang. Karena orang (kenalan kita), justru yang minta biasanya. Tapi dalam kasus ini kan, kita bahas akun dagang.

    Itu baru dapetin 100 – 300 followers, udah susah banget, kapan nyampek ke 3.000 followers?

    Kebayang ya susahnya. Nah itu cara normal.

    b. Beli Followers

    Nah dengan beli followers, kamu cukup sediakan uang, lalu bayar ke jasa tambah followers (contoh : https://belifollowers.id ) nggak perlu repot-repot ngapa-ngapain, tunggu beberapa saat, kamu udah dapet 3.000 followers, tanpa perlu ngemis-ngemis minta follow.

    Saya rekomendasikan tempat beli followers instagram, dengan harga murah, followersnya permanen, dan sudah terbukti aman, ada garansinya juga. Dan saya pribadi selalu pakai ini. Cek https://belifollowers.id

    Prosesnya gini.

    1. Kunjungi https://belifollowers.id
    2. Pilih Instagram
    3. Pilih paket followers mana yang kamu ingin beli, klik “Beli Sekarang”
    4. Isi semua form dan lanjutkan ke proses pembayaran

    Yang awalnya cuman 100 followers, nanti tiba tiba, jumlah followers kamu bertambah sesuai jumlah yang kamu pesan.

    Enak nggak? enak lah.

    Anggap saja, kamu pesan 3.000 followers.

    3.000 followers, kalau kamu lakukan manual, “normalnya” butuh waktu berbulan bulan. Yang kita korbankan adalah waktu, tenaga, pikiran dan uang.

    Nah dengan beli followers, yang kamu korbankan cuman satu, yaitu uang. sehingga kamu bisa menghemat waktu kamu, tenaga kamu, dan pikiran kamu, untuk melakukan hal lain yang lebih produktif. Bikin konten produk misalnya.

    Pertanyaan umum

    Pasti ada yang bilang : 

    Q : Ahhh jumlah followers itu nggak penting bro, yang penting itu interaksinya (views, like, komen, share).

    A : Brooo ini akun dagang, followers aja baru 100, gimana orang meratiin kita? gimana orang percaya sama akun toko online kita? boro boro dapet interaksi.

    Semuanya penting bro!. Akun dagang kita, akan dinilai bagus, oleh calon customer kita, dinilai dari banyak faktor.

    Mulai dari profile picture, jumlah followers, isi bio, kerapihan feeds, kualitas konten, cara kita merespon, dan lain – lain.

    Jangan pilih salah satu, kita harus penuhi semua faktor itu.

    Mumpung di episode ini, kita lagi ngomongin followers, jadi kita spesifik ke followers, bahwa followers itu penting, sama pentingnya dengan interaksi dari audience, dan seluruh faktor tadi.

    Mungkin ada yang bilang lagi : 

    • Kalau beli followers, nanti akun kita bisa kena banned, atau shadowban
    • Kalau beli followers, nanti berpengaruh ke conversion rate
    • Kalau beli followers, awalnya aja nambah, nanti followers turun lagi
    • Sudah transfer, tapi orangnya kabur, ketipu.

    Dan semua pertanyaan-pertanyaan atau kasus-kasus yang terjadi. Akan saya bahas tuntas di blog berikutnya.

    Semua hal buruk itu bisa terjadi, karena kamu nggak ngerti aturan mainnya.

    Inilah tujuan utama saya, bikin konten ini. Untuk ngasih wawasan, gimana caranya kita menggunakan strategi beli followers ini, dengan baik dan benar.

    Sehingga, kita bisa terhindar dari masalah-masalah tadi, dan justru mendapatkan manfaatnya.

    Di artikel berikutnya, nanti juga ada pembahasan lainnya, tentang :

    • Asal usul jasa tambah followers
    • Konsep dan cara kerja jasa beli followers
    • Jenis-jenis followers (ada asli aktif, asli pasif dan bot)
    • Apakah beli followers ini perbuatan tidak baik?
    • Dan masih banyak lagi.

    Jadi silahkan ikuti terus kelanjutan artikel ini ya. Biar kamu paham aturan mainnya.

    Semoga bermanfaat.

    Salam,

    Putu Adi.

  • Podcast : Eps. 1 – Tiap mau bikin konten youtube, diluar auto berisik

    Podcast : Eps. 1 – Tiap mau bikin konten youtube, diluar auto berisik

    Di episode ini saya ngomongin gimana progress saya sejauh ini tentang rencana bikin channel youtube .

    Intinya, di podcast ini saya nyeritain channel youtube yang saya lagi bikin ini, channel youtube yang seperti apa.

    Putu Adi
    Penampakan saat rekam Podcast : Eps. 1 (gagal take video youtube)

    Entah kenapa, tiap mau take video, selalu ada aja suara – suara berisik dari luar. 😅 Suara orang anak-anak lagi main lah, suara grinda lah, suara motorlah, dll.

    Tapi paling tidak akhirnya saya sadar, bahwa bikin video youtube itu nggak gampang. Makannya saya sekarang jadi respect deh sama orang yang bikin video video edukasi di youtube. Pasti prosesnya nggak gampang juga. Cuman kita sebagai penonton nggak tau gimana sulit mereka saat bikin video.

    Hari ini, saya gagal lagi bikin video, padahal semuanya sudah di setup, kamera, lighting, microphone, dll. Tapi karena suara berisik dari luar, akhirnya saya tunda besok. Kebetulan udah sore juga.

    Nah biar nggak rugi, saya rekam podcast aja.

    Intinya, di podcast ini saya nyeritain channel youtube yang saya lagi bikin ini, channel youtube yang seperti apa.

    Dari upload 2 video ini saja, saya sudah dapet banyak hal baru, belajar banyak hal. Bisa dilihat perkembangan kualitas video ke 1, dan video ke 2. Beda jauh, dari kualitas gambar, dan kualitas audio.

    Simak selengkapnya.

    Salam,

    Putu Adi.

  • Apa itu belajar? definisi belajar, ciri belajar, ilusi belajar, tujuan belajar

    Apa itu belajar? definisi belajar, ciri belajar, ilusi belajar, tujuan belajar

    Kalau selama ini kamu pikir, baca buku = belajar, kamu salah besar. Faktanya baca buku, tidak sama dengan belajar.

    Tulisan ini merupakan salah satu konten di playlist channel youtube saya, nama playlistnya “Belajar Cara Belajar” Dan ini merupakan episode ke 1.

    Apa itu belajar?

    Membaca, mengikuti kelas, mengikuti seminar, dengerin dosen ngomong, dan seterusnya… semua itu adalah proses belajarnya. Dengan cara itu, harapannya kita bisa belajar sesuatu.

    Karena baca buku, itu belum tentu belajar loh.

    Belajar, adalah, ketika kita, mengalami perubahan, dari yang awalnya tidak tau, menjadi tau, dan dari tau, menjadi paham.

    Perubahan status dari tidak tau menjadi paham inilah, yang disebut belajar.

    Karena saat kita baca buku, tapi tidak mampu memahami isinya, itu bukan belajar namanya, tapi baca.

    Baca tidak sama dengan belajar.

    Karena baca, adalah proses belajarnya.

    Sedangkan belajar, adalah hasil dari baca.

    ketika kita mendapatkan pemahaman baru.

    Nah kalau dalam bahasa inggris, lebih mudah dipahami, karena Study dan Learn, itu berbeda pemahamannya.

    Study = proses

    Learn = hasil

    Nah belajar yang kita bahas disini, bukanlah belajar dalam konteks akademis. Melainkan dalam konteks pengembangan diri, bisa di dunia profesi, maupun di kehidupan kita sehari-hari.

    Ciri ciri belajar 

    Seperti prinsip tadi, belajar adalah perubahan status, dari tidak tau menjadi paham.

    Ciri-ciri orang, yang habis belajar sesuatu, adalah mampu menjelaskan apa yang sudah ia pelajari.

    Contoh 1 : 

    Pernah nggak ngeliat orang, yang mengalami musibah, lalu setelah semua itu lewat, terus dia ngomong “Wah gua belajar banyak dari kejadian ini….” abis itu biasanya dia bakal cerita panjang tuh….

    Contoh 2 : 

    Atau, lagi baca sesuatu, “Ooooo gini ya ternyata, gua baru tau…” nah itu ciri ciri bahwa kamu sedang belajar sesuatu.

    Kan biasa gitu ya? saat kita baru paham sesuatu, ekspresi kita. Oooo gitu…. 

    biasanya disebut juga dengan istilah “aha moment”.

    Belajar itu adalah tentang mendapatkan pemahaman, sampai sampai kamu merasakan pemahaman tersebut.

    Perasaannya menyenangkan, ada rasa penasaran “ada aha moment apa lagi ya?”, rasanya waktu berjalan cepat, pokoknya kamu sangat menikmati prosesnya. Kamu melakukannya karena bukan disuruh, dorongannya dari diri kamu sendiri.

    Itu ciri ciri kamu lagi belajar.

    Ngomongin aha moment, misalnya pas lagi baca, tapi nggak ada aha momentnya, gimana dong?

    Bisa jadi, karena emang bukunya jelek (yang mana kemungkinannya sangat kecil)

    Atau, bukunya emang bagus, tapi kitanya yang nggak punya penalaran yang baik, sehingga tidak mampu melihat informasi yang berharga di halaman sebuah buku.

    Ketidakmampuan penalaran yang baik, juga sangat dipengaruhi oleh pemilihan topik untuk dipelajari.

    Di episode lainnya, nanti akan dibahas juga cara mengatasi kesulitan dalam proses belajar.

    Ilusi belajar

    Walaupun kamu baca buku tiap hari, tapi kalau saat baca nggak ada aha momentnya, biasanya cepat lupa tuh, sama apa yang sudah dibaca.

    Kalau “cara belajar” kamu benar, kamu akan mudah mendapatkan aha moment saat proses belajar.

    Karena belajar itu ada caranya, agar kita mampu memahami sesuatu secara mendalam.

    Caranya gimana?, ikuti semua konten “Belajar Cara Belajar”, klik playlist nya di deskripsi.

    tonton episodenya secara berurutan, nanti kamu akan paham.

    Mungkin ada yang bilang “buku yang saya baca bertahun-tahun lalu, masih nempel kok di kepala saya sampai sekarang”

    Oh bagus! berarti itu tanda, kalau cara belajar kamu bener. sehingga pemahaman kamu dalam.

    Tapi, hati-hati juga nih, ada sebuah istilah bernama “Illusion Of Competence”. Sebuah ilusi di pikiran kita, dimana kita merasa diri kita “paham”, hanya karena kita sudah pernah membacanya, pernah denger, pernah liat, Tapi kalau disuruh ngejelasin, bingung.

    Karena prinsipnya gini,

    Kalau kamu tidak mampu menjelaskan apa yang sudah kamu pelajari, berarti itu tanda kalau kamu tidak paham.

    Hari ini, banyak banget orang yang mengalami ilusi ini. Karena overdosis informasi dari sosial media. Merasa dirinya belajar banyak hal dari sosmed. dan merasa pintar. Padahal itu cuman ilusi dipikirannya aja.

    Hanya sekedar tahu, tapi sebenarnya tidak paham.

    Nah untuk topik Illusion Of Competence, akan dibahas khusus di episode 2, episode berikutnya. Bisa klik di kanan atas, atau cek di deskripsi.

    Tujuan Belajar

    Dulu waktu kecil, waktu masih tinggal di desa, sering banget denger kata-kata.

    Udahlahhh.. ngapain belajar terus sih?, mau ganti presiden kamu (katanya)? atau,

    Spesifik untuk yang perempuan biasanya, ngapain sekolah tinggi-tinggi, ujung2nya juga ngurus dapur, nyapu rumah, ngurusin anak.

    Ya walaupun itu konteksnya bercanda ya.

    Tapi, nyatanya. banyak banget orang – orang, begitu lulus sekolah atau kuliah, dia berhenti belajar.

    Ada begitu banyak alasan saintifik, mengapa sebaiknya kita tidak pernah berhenti belajar seumur hidup.

    Salah satu alasannya, agar kita tetap relevan dengan zaman, karena dunia terus bergerak maju. Teknologi baru terus, cara manusia hidup, berubah terus.

    Jadi, dengan terus belajar hal-hal baru, itu adalah salah satu upaya kita, untuk bertahan hidup di jaman sekarang.

    Karena dengan terus belajar, pikiran kita jadi tetap tajam, wawasan kita semakin luas. Sehingga kita bisa selalu selamat dari perubahan. Bijak dalam mengambil keputusan, menjaga kualitas diri sehingga selalu di hormati, dan banyak banget manfaat ketika kita menjadi orang yang ber-ilmu.

    Dengan punya knowledge dan skill yang terus di upgrade, selamanya kita akan tetap dibutuhkan. Baik itu dilingkungan keluarga, dilingkungan kerja, dan dilingkungan masyarakat.

    Karena momen yang paling menyedihkan, adalah ketika kita sudah tidak dibutuhkan lagi.

    Maka dari itu, jangan pernah berhenti belajar, karena knowledge dan skill harus terus di upgrade, agar selalu relevan dengan zaman.

    Di episode berikutnya, kita akan bahas sebuah fenomena bernama “Illusion Of Competence”, sebuah ilusi yang dirasakan seseorang, yang mengira dirinya “pinter” padahal sebenarnya tidak. Salah satu penyebabnya, karena mengkonsumsi konten sosial media, terlalu banyak.

    Semoga bermanfaat.

    Salam,

    Putu Adi.

  • Video : Saya memulai Channel Youtube, untuk misi pengembangan diri di Tahun 2023

    Video : Saya memulai Channel Youtube, untuk misi pengembangan diri di Tahun 2023

    https://youtu.be/OXDzAQAuxgk

    Gimana rasanya bikin video perdana?

    Sejujurnya rasanya nggak nyaman banget. Wajah terasa kaku, bibir rasanya kaku, badan juga rasanya kaku. jantung berdebar.

    Saya juga ada perasaan malu, didengar orang dari luar, karena ngomong sendiri.

    Dan otak saya rada rada kaget gitu, dimana kata per kata, kalimat per kalimat itu tersusun berantakan di kepala, mereka kayak rebutan mau keluar, panik. Rada ngeblank juga awal awalnya.

    Terus ada perasaan juga, kalau takut videonya nggak bagus, kuatir nanti pas di upload banyak orang yang nggak suka, dll.

    Tapi tadi benar benar saya paksakan banget, pokoknya bodo amat, langsung tekan tombol record, gimanapun hasilnya, pokoknya hari ini harus selesai. Dan nggak berasa total ngomong setengah jam, sebagian di cut karena salah salah.

    Tujuan saya membuat channel youtube

    Mungkin lebih tepatnya, mulai membuat konten, dalam format video kali ya. karena nantinya tidak hanya di upload di youtube, tapi juga di platform lainnya seperti tiktok, instagram, facebook, pinterest dan lain lain. Termasuk di website juga.

    Ada 2 tujuan utama, kenapa saya memulai channel youtube tahun 2023 ini.

    • Untuk pengembangan diri
    • Untuk pengembangan usaha

    Oke saya coba bahas satu persatu.

    1. Pengembangan usaha

    Proses packing produk, paket siap dikirim ke beberapa Kota di seluruh Indonesia. (oleh Komang, petugas packing)

    Saya mau cerita dari konteks pengembangan usaha dulu aja ya.

    Sebagai bisnis owner, selama ini, “dalam konteks pembuatan konten” untuk produk, saya cuman mentok di nulis artikel di blog. Dimana itu adalah cara konten kreator tahun 2000an sebetulnya, dan masih saya lakukan sampai sekarang.

    Sedangkan saat ini, cara orang mengkonsumsi konten sudah tidak baca lagi, tapi udah menyimak audio dan video.

    Untuk sebagian orang, atau untuk pencarian – pencarian tertentu, ngetiknya bukan di google lagi, tapi udah di kolom pencarian youtube.

    Nah bagi para bisnis owner, termasuk saya, tentu pengennya produk ataupun jasa yang kita punya, harus selalu bisa relevan dari tahun ke tahun ia nggak?

    atau kalau bisa sih nggak hanya sekedar relevan, tapi juga bisa terus tumbuh dan profit tiap bulannya, setiap tahunnya.

    (walaupun udah telat sebenarnya klo ngomong gini sekarang, ya mending telat dari pada tidak sama sekali ya nggak?).

    Yang pertama, itu. untuk pengembangan usaha.

    2. Pengembangan diri

    Bisnis online saya masuk liputan majalah Trubus.

    Sedangkan dalam konteks pengembangan diri, saya tuh pengen mengejar ketertinggalan saya. di perkembangan jaman lah ya kalau boleh dibilang.

    Contoh, saya tuh sampai sekarang belum pakek aplikasi tiktok, saya juga belum pakai twitter, bukannya nggak ngerti cara makeknya, lebih ke belum nemu asiknya aja.

    instagram aja saya cuman pakai fitur basicnya aja.

    Selain di ranah persosmedan, saya juga pengen ngembangin skill public speaking, foto dan videografi, editing, copywriting, dan lain – lain. termasuk ngembangin circle.

    Nah dengan mulai ngonten di youtube, harapannya, saya jadi ngeksplor lagi semua hal itu.

    Itu kenapa saya men-challenge diri saya, Tahun 2023 harus bisa jadi kreator di youtube. Karena youtube merupakan pintu masuk ke platform lainnya, seperti tiktok, instagram, facebook, pinterest, dll.

    Kenapa memulai youtube di tahun 2023?

    Kenapa baru bikin youtube di tahun ini? karena saya menunda selama 5 Tahun.

    Saya menunda nunda terus, sampai 5 tahun, karena pengennya biar gini dulu, biar gitu dulu, nunggu selesai ini dulu, selesai itu dulu, ada aja alasannya. ehh udah 5 tahun aja. yang lain udah jauh, saya baru mulai.

    Pas lagi nyusun resolusi baru di bulan Desember bulan lalu, saya terpapar video salah satu konten kreator dari UK namanya Ali Abdaal yang judulnya “How To Start a YouTube Channel – Beginner’s Guide to YouTube”, yang ternyata Bang Ali Abdaal ini dulunya seorang dokter dan sekrang jadi fulltime youtubers deh kalau tidak salah.

    Intinya, di video beliau ini, saya jadi tau gimana “frameworks” dari cara berfikirnya, sampai step by step yang harus dilakukan, bagi seseorang yang pengen memulai channel youtube. Cara dia ngejelasin itu style pengajar banget. terstruktur, akademis banget lah.

    dan beberapa hari kemudian, saya terpapar 1 video lagi, kali ini dari Vanessa Lau yang judulnya “Watch these 38 minutes if you want a successful YouTube channel in 2023”

    Nah ini agak beda, beda sama bang ali tadi yang kalem, sopan, style dokter banget lah.

    Sedangkan Vanessa Lau ini agak rock n roll. waktu doi menjadi pembicara di sebuah acara bernama “Grow With Video (live)”, wah materi yang dibawain itu Kalau kata orang orang sekarang, presentasinya vanessa lau ini  “isinya daging semua”.

    Saya tidak hanya sekedar paham frameworks dan step by step untuk menjadi konten kreator, tapi juga ilmu fundamentalnya. ilmu spiritualnya. spirit sebagai konten kreator, harus kita punya dulu sebelum mulai. Agar kita tau dari mana mau kemana.

    Mindset apa yang harus kita install di kepala, agar menjadi konten kreator yang disiplin dan tahan banting. bertahan sampai goal tercapai.

    Setelah nonton videonya Vanessa Lau ini, akhirnya saya putuskan, untuk mulai hari ini, saya mau lawan! itu semua, perasaan takut, kuatir, malu, termasuk sifat perfectionist, intinya semua perasaan yang menghambat untuk memulai youtube, saya lawan.

    Topik yang mau di angkat sebagai konten

    Di awal tadi sempat saya jelasin, ada 2 tujuan utama kenapa saya membuat channel youtube, (1.) Pengembangan diri, dan (2.) Pengembangan usaha.

    Saya prioritaskan dulu pengembangan usaha, karena itu yang sudah pasti menghasilkan profit, nanti untuk pengembangan diri otomatis juga mengikuti seiring proses pengembangan channel youtube.

    Itu artinya, topik utama yang saya mau angkat adalah hal – hal yang berkaitan dengan produk yang saya jual. ia kan?

    (Saya sengaja tidak spell disini, nama bisnisnya, biar ga terindex saat pencarian di youtube.

    Kan ga lucu, orang nyari info produk, eh malah munculnya video ini. kan ga relate.)

    Tapi untuk topik edukasi terkait produk, saya buatin channel khusus, sesuai nama produknya. Bukan di channel ini.

    Diluar itu, saya juga pengen eksperimen, mengangkat topik topik lain yang dekat dengan saya, baik itu hobby ataupun pekerjaan lain yang saya lakukan sehari hari. Selama itu adalah hal yang saya suka, dan hal yang saya bisa kerjakan.

    Karena menurut teori, kalau mau terjun sebagai konten kreator, baiknya pilihlah bidang/topik yang kita cintai. biar ga gampang capek. 

    Kenapa gitu? karena sebagai konten kreator pemula, awal awal nggak ada uangnya! kita tidak bisa langsung mengharapkan uang adsense.

    jadi saya mulai ngeyoutube ini tujuan utamanya bukan adsense.

    Bukannya nggak pengen, ya kalau dapet ya bersyukur, karena faktanya untuk mencapai ke titik itu, butuh jam terbang yang nggak sebentar.

    Kalau dari awal kita ekspektasinya adalah uang dari adsense, aduh pasti stress deh.

    Kebetulan kalau saya, memulai youtube karena emang suka sama topiknya. disamping itu, kalau saya mengerakan ini dengan baik, maka penjualan produk saya juga akan lebih meningkat, sehingga hasil yang saya dapat dari penjualan produk, bukan sekedar ngandelin adsense.

    Nah akhirnya saya pilih, ada 2 bidang yang saya bisa dan saya suka kerjakan.

    • Pengembangan produk probiotik
    • Pengembangan aplikasi berbasis web

    Saya juga mau masukin hobby saya, saya pilih 2 

    Selama bertahun – tahun, saya menekuni 4 bidang ini.

    • Pengembangan minuman probiotik
    • Programming (mulai dari web, mobile, dan desktop)
    • Musik (penulisan lagu, pembuatan instrumen musik, penggunaan hardware dan software, untuk level home studio)
    • Makan (bukan masak) makan! saya suka banget makan.

    Nah dari keempat bidang itu, akan saya kontenkan, lalu di upload di akunnya masing masing. Bukan di akun ini..! Jadi ke 4 bidang tadi, akan di buatkan masing masing akunnya.

    Ya walaupun engga semuanya sekaligus di develop secara bersamaan, setidaknya 4 hal itu yang saya bisa dan suka kerjakan. Saya tidak tau, akan mulai dari mana.

    Lalu channel ini tentang apa?

    Channel ini adalah dokumentasi proses saya belajar, bagaimana cara menjadi konten kreator. Sekali lagi, channel ini adalah catatan belajar. Saat mengeksekusi 4 channel tadi.

    Karena saat ini, ilmu saya di dunia konten kreatoran itu 0.

    Sedangkan untuk mendevelop ke 4 akun tadi, saya harus belajar ilmunya kan? dari para konten kreator yang sudah sukses.

    Nah dalam proses ini, tentu akan ada proses belajar teorinya dulu, kemudian dipraktekkan, lalu ada outputnya, apakah cara itu berhasil atau tidak.

    Nah kan sayang banget, kalau ilmu ilmu dan proses eksperimen ini, hanya saya simpan di kepala saya aja gitu.

    Jadi saya putuskan untuk mendokumentasikan semuanya dari awal,

    hingga kalau nanti ada orang orang yang baru mulai karir sebagai konten kreator, yang posisinya beberapa langkah di belakang saya (baru mulai), mereka bisa gunakan catatan belajar saya di channel ini sebagai petunjuk.

    Oke, kalau disimpulkan, konten konten di channel youtube ini, nanti isinya seputar 

    “Bagaimana cara menjadi konten kreator”

    • Mulai dari mindset
    • Tips dan trik
    • Hingga tutorial (proses produksi dan pendistribusian konten di berbagai platform, mulai dari youtube, tiktok, instagram, facebook, pinterest, website, dan sebagainya.)

    Nah itu sih penjelasan video ke #0 ini, kita lihat apa yang akan terjadi selama 1 Tahun ini. apakah saya berhasil konsisten, atau gagal konsisten?

    Kita lihat nanti.

    Selamat mengikuti. dan Terima kasih.

    Salam,

    Putu Adi.

  • Shopee Xpress diciptakan untuk hentikan candu Gratis Ongkir?

    Shopee Xpress diciptakan untuk hentikan candu Gratis Ongkir?

    Asal usul budaya Gratis Ongkir

    Dulu, awal diperkenalkannya marketplace di Indonesia, seingat saya sekitar Tahun 2010an. Waktu itu belum ada yang namanya gratis ongkir.

    Bahkan jauh sebelum marketplace, orang Indonesia dulunya belanja online di kaskus FJB (forum jual beli). Nah di kaskus, jangankan gratis ongkir, kita sebagai pembeli, kalau mau bayar, itu kena biaya lagi. Karena waktu itu sistem pembayarannya masih pakai rekening bersama (rekber). Jadi antara toko, sistem pembayaran, dan kurir semua terpisah. Pokoknya primitif banget lah waktu itu.

    Nah kemudian dari 2010 ke 2015, beragam perusahaan marketplace mulai bermunculan, bukalapak, tokopedia, shopee, lazada, blibli, dll. yang datang dengan beragam promo yang memanjakan pembeli.

    Ini adalah masa masa stimulus, semua pelaku marketplace mendorong masyarakat yang awalnya belanja di toko konvensional (offline), agar beralih terbiasa berbelanja online di marketplace.

    Di tengah – tengah kompetisi marketplace yang semakin sengit, dimana masing masing dari mereka, saling mengeluarkan senjata pamungkasnya untuk memenangkan hati customer.

    Mulai dari iklan iklan unik, pakai bintang iklan kelas dunia, promo diskon gila gilaan, cashback, dan salah satunya adalah gratis ongkir.

    Promo gratis ongkir adalah salah satu strategi marketing yang sangat-sangat efektif untuk menstimulasi / membuat orang yang tadinya terbiasa belanja di toko konvensional, jadinya tertarik berbelanja online.

    Karena memang faktanya, barang sejenis, harga yang ditawarkan di marketplace, bisa jauh lebih murah, jika dibandingkan kita beli di toko konvensional.

    Kalau dilihat dari sudut pandang pembeli, sebetulnya sudah pasti beli barang di marketplace bakal jauh menggiurkan, ragam produk yang banyak, harga yang ditawarkan jauh lebih murah, serta segala kemudahan yang ditawarkan oleh marketplace. Tapi salah satu yang menjadi pertimbangan belanja atau tidaknya adalah, biaya kirimnya.

    Karena untuk beberapa kasus, saat berbelanja di marketplace, ongkirnya bisa jadi lebih mahal dari harga produknya. Misal, harga produknya 50.000, biaya kirimnya bisa aja 70.000.

    Karena lokasi penjual dan pembeli berjauhan secara geografis. atau, walaupun lokasi  penjual dan pembeli berada di satu pulau, tapi beda kota misalnya, (yang ongkir per kg harusnya relatif murah), tapi karena bobot paketnya berat, sehingga ongkirnya juga jadi mahal.

    Intinya, sering kali yang bikin orang enggan belanja online, adalah karena ada biaya ongkos kirim yang harus dibayar.

    Nah perusahaan marketplace melihat masalah itu menjadi peluang sebagai alat marketing, untuk menarik hati customer. Udah harga barangnya murah, gratis ongkir pula.

    Akhirnya belanja online dan gratis ongkir ini sudah menjadi budaya, di semua marketplace besar di Indonesia.

    Sampai sampai pelanggan pun sudah terlanjur manja atau kecanduan, kalau belanja online tapi nggak gratis ongkir, nggak jadi belanja, dan pindah ke aplikasi lain.

    Gratis ongkir merugikan marketplace?

    Seingat saya, budaya gratis ongkir ini sudah dimulai sejak Tahun 2017an. Selama program ini berjalan, boleh dibilang, para marketplace lah yang menanggung ongkos kirim, seluruh transaksi untuk produk-produk yang berlabel gratis ongkir.

    Kenapa marketplace mau bayarin? ya karena ini sudah jadi strategi marketing mereka, kalau tidak ikutan kasih free ongkir, pelanggan akan lari ke marketplace kompetitor.

    Tapi untungnya perusahaan startup marketplace ini di backup dana yang besar oleh para investornya. Sehingga ngasih gratis ongkir ke pelanggannya mirip kayak dana untuk ngiklan di TV, billboard, dll. Gratis ongkir = biaya marketing.

    2020 seluruh Dunia dihantam pandemi covid 19. Banyak unit bisnis terganggu dan merugi.

    Nah untuk diketahui, perusahaan shopee ini merupakan anak perusahaan, dari Sea Grup, perusahaan publik yang pusatnya di Singapura. Sea Grup punya banyak lini bisnis di seluruh dunia. Dan pendanaannya sendiri berasal dari luar negeri. Saat ekonomi dunia penuh dengan ketidakpastian, maka anak perusahaan seperti Shopee akan ikut terdampak.

    Belum selesai dihantam covid 19, perang rusia – ukraina juga meledak. Yang membuat pendanaan dari induk perusahaan jadi terganggu.

    Sehingga, mau nggak mau, shopee harus melakukan efisiensi di mana mana, termasuk PHK karyawan.

    Dan menurut pengamatan saya, shopee juga akan melakukan efisiensi di Gratis ongkir.

    Nah ngomong-ngomong gratis ongkir,  baru baru ini, shopee membuat layanan pengirimannya sendiri, yaitu. Shopee Xpress.

    Bagi yang sudah pernah belanja di shopee menggunakan jasa kirim Shopee Xpress, udah pasti tau, seperti apa layanannya.

    Pengirimanyna lambaaaaaat bangeeeeeeet….! Awalnya saya pikir, cuman pengiriman dari jakarta ke bali aja yang seperti itu, ternyata dikota-kota lain juga ngalemin. (Bisa di baca disini)

    Apakah Shopee Xpress hanya akal-akalan?

    Kenapa tiap kali kita checkout belanjaan di shopee, lalu pilih gratis ongkir, secara default, kurir yang terpilih adalah Shopee Xpress, yang layanan pengirimannya sangat lambat itu?

    Atau jangan-jangan ini cuman akal-akalan shopee aja?, agar penggunanya membenci layanan gratis ongkir, dan mulai membiasakan diri untuk ikhlas bayar ongkir?

    Kenapa saya bisa bilang gitu? karena saya perhatikan setelah beberapa kali belanja barang di shopee, seluruh paket yang dikirim oleh Shopee Xpress, semuanya bikin gregetan!, pengirimannya lambat banget!, rata-rata 2 minggu baru sampai. Padahal barangnya kita butuhin segera.

    Diwaktu yang bersamaan saya beli barang di shopee, tapi pakai jasa kirim regular (AnterAja, J&T, dsj…) pengirimannya cepet-cepet aja, 2-3 hari sudah sampai.

    Nah lalu saya berspekulasi, apa jangan-jangan Shopee menciptakan Shopee Xpress, karena sebuah misi?, yaitu menghilangkan budaya gratis ongkir di Indonesia.

    Mau gratis ongkir? ya harus sabar menunggu!, paket 2 minggu baru sampai.

    Atau mau cepet? ya bayar ongkir!, paket 2-3 hari sudah sampai.

    Seakan – akan pesan itu yang mau disampaikan oleh shopee.

    Sekali lagi, ini cuman spekulasi saya aja ya. 

    Kita dukung penghapusan Gratis Ongkir?

    Saya bikin artikel ini, justru karena saya bisa memahami keadaannya. Justru memang sudah waktunya dibiasakan, kalau belanja online, ya harus bayar ongkir.

    Biar ada gambaran, saya coba ilustrasikan, agar dapet konteksnya.

    Saya kan tinggal di Bali, saat saya beli barang di jakarta, berarti paket saya tersebut, selama pengiriman jakarta-bali, akan berpindah – pindah tangan.

    Bayangin aja, berapa manusia yang menghandle paket tersebut dari jakarta hingga bali? emang orang-orang ini nggak di gaji? kan orang kerja harus digaji.

    Selain melibatkan manusia, juga melibatkan alat transportasi, mulai dari sepeda motor (kurir jemput paket), dikirim ke gudang, disortir, lalu dimasukkan ke truk, dikirim ke bandara, lalu diterbangkan oleh pesawat, sampai di kota tujuan, langsung diangkut truk lagi, dikirim ke gudang penampungan kota tujuan, dari gudang disortir lagi, diangkut mobil lagi untuk dikirim ke gudang hub kecamatan. Setelah itu, barulah diangkut sepeda motor oleh kurir, untuk diantarkan ke rumah kita.

    Seluruh transportasi itu emang nggak pakai biaya?

    Saya menjelaskan ini biar kebayang, bahwa perpindahan paket dari kota A, ke kota B, itu butuh biaya. Jadi worth it kalau kita harus bayar ongkir.

    Selama ini, seluruh biaya pengiriman ini ditanggung oleh pihak shopee (di traktir). Jadi lu harus sadar, bahwa selama ini kita di TRAKTIR lohhh sama shopee.

    Namanya traktir, kan nggak terus terusan kan?

    Pemerintah aja makin kesini, subsidi BBM dikurangi terus. ia nggak? itu negara loh.

    Startup di Indonesia lagi susah

    Oke balik lagi ke topik.

    Kalaupun spekulasi saya benar, bahwa Shopee menciptakan Shopee Xpress untuk upaya menghilangkan kebiasaan gratis ongkir. Menurut saya sah sah saja. 

    Karena faktanya, saat ini bisnis startup lagi nggak baik baik aja, terutama di Indonesia. Banyak banget headline news tentang perusahaan startup yang tutup, dan yang masih jalan pun, banyak yang harus mem-PHK karyawannya. Karena di masa sulit seperti ini, perusahaan dituntut melakukan efisiensi dimana mana. Salah satunya ya di subsidi gratis ongkir ini.

    Untuk sekedar info, saya juga aktif sebagai seller di Shopee dan Tokopedia, dan saya sangat bersyukur, karena sudah dapet rejeki yang lumayan lah dari kedua marketplace ini. Saya sehari hari hidup dari hasil jualan di shopee dan tokopedia.

    Subsidi Gratis Ongkir dibebankan ke Seller

    Nah karena aktif sebagai seller, saya juga tau bahwa, sekarang di tokopedia ataupun di shopee, biaya subsidi gratis ongkir yang dinikmati pembeli, juga harus ditanggung oleh penjual (seller). Rata-rata saya perhatikan 10ribuan tiap transaksi.

    Dan sempat banyak beredar video-video tiktok, tentang keluhan para seller di shopee/tokopedia, karena mereka tidak tahu bahwa ada potongan biaya yang cukup besar dari tiap penjualan produknya (biaya subsidi ongkir).

    Video Seller Ngomel-ngomel :

    @andciu09

    #stitch with @Laura Siburian it will become hard for marketplace seller. get ready ! #tokopedia #shopee #seller #shopeeseller #biaya biaya tokopedia naik lagi biaya shopee naik lagi

    ♬ original sound – Andrew Ciu – Andrew Ciu
    https://www.tiktok.com/@renneayr/video/7173644603797622043

    Note : Selain dua video diatas, masih banyak lagi. Nggak mungkin saya masukin semua disini.

    Dan ini terjadi tidak hanya di shopee ya! di Tokopedia juga. ini saya kasih contoh penampakannya di Akun Tokopedia Seller saya. Saya coba kasih 2 capture contoh transaksi.

    Kalau saya, kebetulan banget keuntungan tiap produk / marginnya cukuplah, sehingga saat kena potongan biaya 10ribu/transaksi, saya masih oke.

    Tapi masalahnya, bagi para seller produk produk komoditi, atau produk yang saingannya banyak di marketplace, itu margin keuntungannya sedikit banget. bahkan ada yang dibawah 10ribu per produk. Sehingga banyak seller tidak menyadari dirinya rugi jutaan rupiah selama berbulan – bulan.

    Dimana marginnya cuman Rp5.000/barang, tapi saat ada orang yang beli produknya, seller malah kena biaya Rp10.000an. Bukannya untung, malah jadi rugi, karena minus Rp5.000 tiap ada yang beli produknya. Belum lagi ada biaya operasional dan gaji karyawan.

    Disatu sisi, kalau naikin harga produk, nggak ada yang beli, karena produk komoditi ini mudah banget di cari, karena pembeli bisa memfilter berdasarkan produk sejenis yang harganya paling murah.

    Nah sampai sekarang masih jadi dilema, bagi para seller di marketplace.

    Jadi menurut kamu gimana? kamu stuju nggak kalau budaya gratis ongkir di Indonesia lama lama akan dihilangkan?

    Salam

    Putu Adi.

  • Cara meningkatkan konsentrasi dan motivasi belajar, sehingga mampu memahami sesuatu lebih dalam

    Cara meningkatkan konsentrasi dan motivasi belajar, sehingga mampu memahami sesuatu lebih dalam

    Kamu pernah nggak sih? kesulitan belajar dan memahami sesuatu? baik itu lewat membaca, ataupun mendengarkan penjelasan seseorang. Padahal, sudah nyimak sampai habis, tapi setelah beberapa jam kemudian, langsung lupa. Nggak ada yang nempel di otak. Jangankan paham, ingat aja engga. Disatu sisi, kamu dituntut untuk harus menguasai hal yang sedang kamu pelajari tersebut.

    Lalu gimana cara mempelajari sesuatu, agar tidak hanya sekedar hafal, tapi juga kita mampu memahaminya dengan mendalam?

    Kita bisa gunakan teknik belajar ala Feynman, yaitu Learning by Teaching. (Belajar dengan cara mengajar).


    Quotes : 

    If you want to understand something well, explain it!

    Jika kamu ingin memahami suatu hal dengan baik, maka cobalah untuk menjelaskannya.

    Richard Feynman

    Sebelum memulainya, hal yang paling penting kamu lakukan adalah, miliki mindset bahwa, topik yang sedang kamu pelajari ini, nantinya akan kamu jelaskan kembali ke orang lain.

    Belajar itu jangan asal menghafal, tapi berusahalah memahami konteksnya.

    Secara persepsi umum, orang yang berdiri di depan dan menjelaskan sesuatu ke orang lain (seperti guru ke murid, dosen ke mahasiswa, CEO ke karyawan, dll), maka persepsi secara umum, orang yang sedang menjelaskan itu punya pemahaman lebih dalam terkait topik tersebut, dibandingkan orang yang sedang dijelaskan.

    Berdasarkan itu, belajar menggunakan metode Feynman ini, bikin kita jadi berupaya lebih, untuk memahami hal tersebut secara mendalam, sebelum kita menjelaskan ke orang lain.

    Karena pasti harapannya, setelah kita jelaskan, orang lain akan mudah memahaminya, dan jika ada pertanyaan pun dari mereka, kita sebagai pembicara mampu menjawabnya dengan baik.

    Belajar sesuatu dengan beban seperti itu, memaksa kita mempelajari sebuah topik secara mendalam, hingga ke akar-akarnya. Belajarpun jadi punya motivasi, dan akan jauh lebih fokus.

    Step by stepnya : 

    • Tentukan topik yang sedang ingin kamu pelajari
    • Pelajari dari beberapa sumber
    • Buat catatan belajarmu
    • Dari catatan itu, cobalah buat rangkumannya, lalu coba jelaskan di depan kaca, seakan-akan kamu sedang mengajar muridmu. Atau kamu bisa ambil smartphonemu, rekam kamu sedang bicara, done.

    Dari sana kita akan tahu, bagian-bagian mana yang mampu kita jelaskan dengan lancar, dan bagian-bagian mana yang masih sulit kamu jelaskan,, Lakukan improvement, belajar ulang hal yang belum kamu pahami tadi, catat, lalu coba ajarkan lagi. Sampai kamu benar – benar bisa menjelaskan seluruh rangkuman belajarmu itu dengan fasih.

    Belajar hanya dengan membaca dan menyimak, kita akan menjadi cukup paham.

    Belajar sambil mencatat, kita akan jadi lebih ingat.

    Belajar sambil menulis dan berupaya menjelaskannya ke orang lain, kita akan ingat dan paham lebih dalam.

    Metode Ini cocok banget diterapkan, oleh orang orang yang ingin menjadi ahli di bidang tertentu.

    Apapun bidang yang ingin kamu dalami, coba gunakan metode ini untuk belajar. Karena dapat membantumu termotivasi dan fokus selama belajar.

    Jika kamu konsisten belajar dengan metode ini, maka kamu akan menjadi seorang expert di bidang yang sedang kamu dalami tersebut, relatif lebih cepat.

    Intinya mempelajari satu hal yang dalam, dalam kurun waktu tertentu, sampai akhirnya menjadi seorang expert disana.

  • Podcast : Eps. 0 – Hallo, salam kenal, lagi test mic, ini podcast tentang apa?

    Podcast : Eps. 0 – Hallo, salam kenal, lagi test mic, ini podcast tentang apa?

    Hallo, bagi kamu yang ngederin podcast ini, saya ucapkan terima kasih dan selamat datang, salam kenal juga ya. Yuk saling follow di sosmed. siapa tau kita bisa saling ngasih manfaat satu sama lain.

    Di episode ke 0 ini, saya mau cerita podcast ini tentang apa. sebenernya sih sambil ngetest mic, pengen tau kualitas suaranya gimana.

    Awalnya lagi nyiapin setup kursi, meja, lighting, dan kamera untuk bikin video pertama di channel youtube saya, ehhh malah bikin podcast.

    Soalnya, 10 – 20 video pertama yang saya buat di youtube, tujuannya untuk latihan ngomong dulu, setelah itu baru nanti bikin video yang lebih proper dan lebih serius.

    Dari tadi pagi, sampai jam 8an deh klo ga salah, persiapan bikin video itu ternyata melelahkan banget. Nah lalu saya mikir, apa coba podcast dulu aja ya? karena kan kalau podcast engga perlu mikirin setup yang bagus, baju yang bagus, meja yang bagus, lighting yang bagus, dll.

    Tinggal tekan tombol rekam, udah deh langsung mulai. Nah kebetulan saya juga sambil dengerin podcastnya Panji (hiduplah indonesia maya). Jadi saya putusin untuk mulai dari Podcast aja untuk latihan ngomongnya.

    Yaudah, saya pelajari gimana cara bikin podcast, saya praktekin langsung, sekitar 2 jam belajar dan praktek, akhirnya saya berhasil rekam podcast pertama saya. Silahkan disimak.

    Terima kasih.

  • Cara membuat Array dengan Variabel String di Pemrograman PHP

    Cara membuat Array dengan Variabel String di Pemrograman PHP

    Ini sebenernya masalah receh banget, tapi karena ketidak tahuan saya, akhirnya ngabisin waktu berjam-jam, buat nyari solusinya. Siapa tau kalian juga ngalamin ini, jadi bisa menghemat waktu banget.

    Oke saya mulai aja.

    Jadi saya dalam kasus ini, saya lagi buat aplikasi, dan kebetulan lagi bikin fungsi untuk ngambil data di sebuah website, yang memang menyediakan data  “Plantae Taxonomic Hierarchy“. atau istilah lainnya, data pengelompokan tanaman berdasarkan silsilah. Makin bingung lagi ya? 😅, oke biar nggak bingung saya kasih contoh penampakannya.

    Kebetulan website tersebut menyediakan data lewat API (Application Programming Interface), salah satu format yang disediakan adalah JSON.

    Cuman kebetulan data yang saya butuhkan ini, tersimpan di sebuah objek array bernama “hierarchySoFar” yang nilainya string.

    Sejujurnya, saya belum pernah ngolah data objek array seperti ini. Tapi karena data yang tersedia cuman ini aja, ya udah di akal – akalin aja. Karena saya sudah 2 harian nyari data ini. Dan baru ketemu sore tadi. Awalnya saya pikir sumbernya di USDA, tapi ternyata adanya di ITIS. Ternyata malahan USDA ngambil datanya di ITIS.

    Oke singkat cerita, value dari “hierarchySoFar” adalah :

    Awalnya saya pikir-pikir, oh bisa nih, di manipulasi pakai fungsi “str_replace” dan “substr”. Akhirnya saya ambil datanya dengan fungsi “curl_init();“

    Lalu dari variabel $klasifikasi_tanaman; saya manipulasi valuenya dengan cara ini.

    Kalau kita echo si variabel $val_klasifikasi , Yang outputnya awalnya seperti ini :

    Sekarang sudah jadi seperti ini :

    ‘Plantae’, ‘Viridiplantae’, ‘Streptophyta’, ‘Embryophyta’, ‘Tracheophyta’, ‘Spermatophytina’, ‘Magnoliopsida’, ‘Lilianae’, ‘Zingiberales’, ‘Zingiberaceae’, ‘Zingiber’

    Bayangan saya, variabel $val_klasifikasi; tinggal dibuat array dengan cara seperti ini. Secara teknis, variabel $val_klasifikasi isinya string dengan value :

    ‘Plantae’, ‘Viridiplantae’, ‘Streptophyta’, ‘Embryophyta’, ‘Tracheophyta’, ‘Spermatophytina’, ‘Magnoliopsida’, ‘Lilianae’, ‘Zingiberales’, ‘Zingiberaceae’, ‘Zingiber’

    Maka untuk membuat variabel array, saya pikir bisa dengan cara :

    $arrayku = array($val_klasifikasi);

    Setelah di var_dump($arrayku);

    Dia terbaca sebagai array, tapi dengan satu baris string.

    array(1) { [0]=> string(167) ” ‘Plantae’, ‘Viridiplantae’, ‘Streptophyta’, ‘Embryophyta’, ‘Tracheophyta’, ‘Spermatophytina’, ‘Magnoliopsida’, ‘Lilianae’, ‘Zingiberales’, ‘Zingiberaceae’, ‘Zingiber’” }

    Hampir 4 jam deh kayaknya, saya muter – muter, nyari cara ngakalinnya gimana.

    Ternyata, di PHP memang sudah disiapkan fungsi untuk membuat array yang valuenya string.

    Dalam kasus ini, solusinya adalah pakai parameter “explode”

    Cara penggunaannya seperti ini.

    $arrayku = explode(“,” , $val_klasifikasi);

    ‘Plantae’, ‘Viridiplantae’, ‘Streptophyta’, ‘Embryophyta’, ‘Tracheophyta’, ‘Spermatophytina’, ‘Magnoliopsida’, ‘Lilianae’, ‘Zingiberales’, ‘Zingiberaceae’, ‘Zingiber’

    Dimana, dengan cara seperti ini, value dari $val_klasifikasi; akan di dipecah berdasarkan parameter, dengan karakter tertentu. Apapun bisa. Dalam kasus saya diatas, value di pecah dengan parameter koma.

    Maka, setiap ada koma, value akan dipecah menjadi kepingan – kepingan array.

    Nah kalau saya tau fungsi ini dari awal, maka saya tidak perlu repot-repot memanipulasi pakai “str_replace” dan “substr”, seperti yang saya jelaskan di atas.

    Langsung aja pakai fungsi explode, dengan parameter pemisah tanda dolar ($). Karena data default yang di sediakan di JSON adalah data string, dengan pemisah tanda dolar.

    Untuk sementara, data yang saya ambil, sudah bisa ditampilkan di halaman sederhana. Seperti ini penampakannya.

    Nah semoga ada manfaatnya. Setidaknya saya gunakan ini untuk catatan pribadi. Kalau lupa, bisa lihat catatan ini lagi hehehe.

  • Cara Mendapatkan Value/Nilai Switches Bootstrap di PHP

    Cara Mendapatkan Value/Nilai Switches Bootstrap di PHP

    Pertama – tama, saya ingatkan. JANGAN NGODING KALAU LAGI NGANTUK! 😅😅😅 Kalau emang ngantuk, tinggal tidur sebentar laaaah. 15 menit udah cukup kok. Dari pada nanti debugging error muter – muter selama berjam – jam, tapi engga nemu-nemu masalahnya apa. Yaaaaa namanya juga udah ngantuk! engga fokus.

    Tanpa banyak cingcong, saya langsung aja, gimana cara dapetin value dari switches bootstrap.

    Switches yang saya maksud, komponen yang mirip kayak saklar itu loh. Yang nilainya boolean, antara 0 dan 1, true or false, yes or no, dan seterusnya. Berikut penapakannya.

    Switches Bootstrap

    1. Kronologi

    Kebetulan saya lagi buat halaman input data, dimana komponen switches ini saya pakai untuk input status data, apakah data tersebut aktif atau non-aktif. Ini penampakan halaman input yang baru saya buat. Perhatikan paling bawah, ada “Status Aktif”.

    Kalau kita cek di Bootstrap, code polosannya seperti ini. Cek langsung ke bootstrap

    Saya pikir sudah selsai. Nah, tentu yang namanya halaman input, ada fungsi simpannya juga kan? Nah, di code query inputnya, saya panggil dengan cara biasa menggunakan metode $_POST :

    $status = $_POST['status'];

    Setelah saya coba, ternyata variabel status, valuenya kosong. Padahal defaultnya saya set “checked”, saya pikir statusnya checked, maka valuenya akan bernilai true atau 1. Ternyata checked atau unchecked, valuenya sama sama kosong. Sehingga, saat di eksekusi penyimpanan, terjadi error. Keterangannya bahwa, variabel status belum di definisikan, yang artinya kosong.

    Isi kodenya seperti ini.

    Kenapa valuenya bisa kosong ya? padahal di form inputnya, komponen switches nya sudah di set checked. Udah coba kasih value juga value=”1″, tapi tetep juga saat di echo, valuenya tetep kosong.

    Sekitar 2 jam tuh saya muter – muter, nyari salahnya dimana.

    Kenapa bisa gitu? karena ngantuk! 😅

    2. Penyebabnya apa?

    Ada dua hal yang membingungkan dari komponen Switches Bootstrap ini.

    Yang pertama, code defaultnya tidak berisi tag value=””;

    Yang kedua, code defaultnya tdak berisi tag name=””;

    Coba perhatikan code aslinya.

    <div class="form-check form-switch">
      <input class="form-check-input" type="checkbox" id="flexSwitchCheckChecked" checked>
      <label class="form-check-label" for="flexSwitchCheckChecked">Checked switch checkbox input</label>
    </div>

    Engga ada kan?

    Padahal tag value dan name ini yang dibutuhkan saat proses penyimpanan menggunakan metode $_POST, terutama untuk komponen Switches Bootstrap ini.

    3. Solusinya apa?

    Ubah kode di form input, dari yang seperti ini.

    <div class="form-check form-switch">
      <input class="form-check-input" type="checkbox" id="status" checked>
      <label class="form-check-label" for="status">Status Marketplace</label>
    </div>

    Ditengah tag input, tambahkan name=”status” dan value=”1″

    <div class="form-check form-switch">
      <input class="form-check-input" type="checkbox" id="status" checked name="status" value="1">
      <label class="form-check-label" for="status">Status Marketplace</label>
    </div>

    Ohya, untuk value, kamu bebas pakai angka, ataupun huruf. Karena apapun isinya, itu hanya penanda bahwa switch ini aktif.

    Jadi saat komponen ini di switch on (hidup), maka saat di tangkap menggunakan fungsi $_POST, valuenya akan bernilai 1. Jika valuenya kamu isi huruf. Misalnya value=”yes”, maka nanti akan tertanggal “yes” juga.

    Sebaliknya, jiika fungsi $_POST, tidak menangkap apa apa, maka itu artinya komponen ini di switch off (mati) oleh user.

    Maaf belibet, karena lagi ngantuk 😅 yang penting paham lah pointnya ya.

    Tambahin name=”[nama variabel]” dan value=”[nilai yang mau diisi]”

    Semoga bermanfaat.