Blog

  • Unboxing & Review Robot HT100 : USB Type-C to HMDI, Untuk Macbook Pro M1

    Unboxing & Review Robot HT100 : USB Type-C to HMDI, Untuk Macbook Pro M1

    Foto : Robot HT100 : USB Type-C to HMDI – Tokopedia

    Pakai satu layar, bikin kerja jadi sangat terbatas

    Jauh sebelum pakai macbook pro, dari dulu saya memang sudah terbiasa, kerja pakai dua layar monitor. Baik pakai PC ataupun laptop windows saya. Kebiasaan ini sudah dari Tahun 2009 lalu. Di kantor, maupun dirumah, saya selalu pakai dua layar monitor. Apalagi layarnya seukuran 24 inch misalnya, jadi nyaman banget kerja berlama lama.

    Menurut saya, bekerja dengan satu layar monitor, itu sangat – sangat terbatas. Bekerja serasa kurang leluasa aja gitu. Apalagi kalau pakai laptop, layarnya berasa kecil banget. Jadi nggak bisa kuat lama lama depan laptop.

    Setelah pindah ke Macbook, malah terbiasa pakai satu layar

    Nah semenjak pindah ke macbook, dari Bulan November 2021 kemarin. Saya dengan terpaksa harus bekerja tanpa layar eksternal. Karena port macbook kan cuman berisi dua USB Type C aja. Sedangkan layar external saya inputnya HMDI.

    Setelah beberapa hari pindah ke macbook, saya sempat beli USB Hub, merk Robot HT390, itu total berisi 9 port. Waktu itu saya beli dengan harga Rp373.000 di tokopedia.

    USB Hub, merk Robot HT390

    Tapi begitu barang sampai, setelah saya coba, ternyata alatnya tidak berfungsi dengan baik. Dimana colokan USB Type C nya, tidak ngeklik saat di colokin ke laptop. Sehingga saat kesenggol dikit aja, alatnya disconnect.

    Akhirnya saya konfirmasi ke official store nya, menurut mereka itu cacat produk, kemudian barangnya saya kembalikan, dan dana saya di refund.

    Naaaaahhh jangan suudzon dulu, baca sampai habis, nanti saya akan jelaskan ternyata bukan salah produknya, tapi salah saya. Silahkan baca sampai habis.

    Semenjak itu, saya kayak kurang percaya lagi dengan produk pihak ketiga (bukan original apple). Karena waktu itu, selain masalah colokan USB C nya yang longgar, alat ini juga panas banget setelah di colok beberapa menit ke macbook. Dan bikin baterai macbook saya cepet banget habis.

    Saya juga tanya-tanya ke orang-orang di youtube, yang kebetulan ngereview Robot HT390 Multiport 9 in 1 juga, dan kata mereka memang panas.

    Disatu sisi, kalau beli Port USB C adapter asli Apple, harganya Rp 1.350.000 😅 Itu cuman berisi 3 port aja. USB 3, USB C, sama HMDI.

    Apple USB-C Digital AV Multiport Adapter

    Dan setelah saya tanya – tanya ke orang yang pakai adapter asli apple ini, ternyata setelah di colokin beberapa jam, adapternya ternyata panas juga loh. Ya walaupun katanya panas yang wajar gitu sih.

    Karena kalau saya pakai laptop windows ataupun PC, belum pernah yang namanya nyolokin device dan panas. Mindset saya bilang, kalau alat di colokin dan itu panas banget, artinya itu nggak normal. Di Benak saya seperti itu.

    Kalau flashdisk emang kadang aja panas, kalau lagi di pakai ngirim file, tapi kalau kabel HMDI yang nantinya kita colok berjam-jam berhari hari, dan kalau itu panas. Wah menurut saya kurang nyaman aja sih. Apalagi menguras baterai, wah jadi kepikiran pasti.

    Akhirnya, karena hal itu, sampai 1 hari sebelum saya menulis blog ini, saya tidak pakai monitor eksternal untuk macbook saya. Dan sudah terbiasa bekerja dengan satu layar.

    Lalu kenapa sekarang mau pakai monitor eksternal lagi?

    Karena butuh. 1 Tahun belakangan, kebetulan hal – hal yang saya kerjakan, merupakan pekerjaan yang tergolong ringan. Jadi semuanya cukup di satu layar 13 inch macbook. Sedangkan sebentar lagi, saya mulai masuk ke Fasa 2 untuk AH Project. 

    Tentang AH Project, silahkan simak dokumentasinya disini

    Fasa 1, AH Project dicanangkan hanya sebatas website kamus tanaman obat. Sedangkan di Fasa 2, sudah akan mulai dilengkapi dengan fitur toko online. Dimana orang-orang bisa langsung membeli produk yang berkaitan dengan hal yang ia cari di website AH Project.

    Saat masuk ke fasa 2 ini, salah satu pekerjaan besarnya adalah riset produk, dan sekaligus mendatanya ke sebuah database. Dan untuk mengerjakan ini, saya butuh banget pakai dua layar. Agar bekerja lebih produktif.

    Beli Robot HT100 dimana? Harganya berapa?

    Saya beli di Tokopedia, dan karena butuh cepet, saya cari seller yang lokasinya di Denpasar (satu kota dengan saya). Ketemulah toko bernama Gading Bali Shop.

    Tokopedia @GadingBaliShop

    Toko bintang 5, jadi saya tanpa banyak mikir, udah pasti amanah sellernya. Saya tanya stok, katanya ready, langsung saya checkout, dan menunggu beberapa lama, akhirnya paketnya sampai.

    Ohya, untuk harganya Rp147.900 ya

    Bagi kamu yang pengen beli “ROBOT HT100 Type-C to HDMI Adapter” bisa klik tombol beli dibawah.

    Seperti ini penampakannya saat paketnya datang.

    Unboxing Robot HT100 : USB Type-C to HMDI

    Begitu paket datang, saya nggak nunggu lama, langsung unboxing. pengen cepet-cepet nyoba, untuk mastiin apakah berfungsi atau engga, takutnya sama nasibnya kayak USB Type C HUB yang saya beli terdahulu.

    Setelah pakai, produknya gimana?

    Setelah saya unboxing, hal pertama yang saya perhatikan adalah, USB Type C nya. Dimana bentuknya sama kayak USB Hub merk Robot, yang dulu pernah saya beli dan nggak bisa berfungsi, karena saat di colokin, nggak klik. (yang saya ceritakan di atas).

    Ehhh bener aja, setelah saya colokin, ternyata emang longgar juga. jadi kayak terulang lagi kasus yang dulu. Tapi saya mikir sejenak, nggak mungkin lah semua USB Type C merk Robot seperti ini. Saya yakin nggak mungkin. Pasti ada yang salah ini.

    Terus tiba – tiba kayak ada suara gitu di kepala saya, sumpah nggak bohong. Yang bilang, “colokin yang kuat”. terus saya colokin yang kuat, sambil takut-takut gitu, karena saya kuatir port USB C macbook saya rusak, tapi tetap saya paksakan dan akhirnya bunyi klik.

    Wahhhhh… ternyataaaa emang harus di colokin banget, nggak kayak nyolokin kabel charger asli macbook, yang di cokinnya itu tanpa tenaga, udah nyolok dan udah ngunci klik.

    Ternyata USB Type C merk Robot ini, harus di colokin pakai tenaga gitu. Barulah bunyi klik dan ngunci.

    Akhirnya saya mikir, berarti USB Hub yang saya refund dulu itu bukan rusak, tapi emang nggak saya colokin kuat aja. Wah saya nyesel sih. Ternyata salah nya di saya.

    Setelah adapternya berhasil nyolok ke laptop, saya lanjutkan nyolokin kabel HDMI monitor saya ke adapter. Setelah itu saya hidupin monitornya. Jreeeng jreeeng. tampilah layar ungu khas MacOS Ventura.

    Ini pertama kalinya macbook saya di colokin ke monitor eksternal. Sasanya gimana gitu.

    Setelah beberapa jam pemakaian untuk kerja, dengan aktifitas antar layar 1 ke 2, sangat intens. dan ternyata Robot HT100 ini luamayan terasa panas. Sayangnya termogun saya rusak, jadi saya tidak bisa kasih tau suhu kongkritnya berapa. Tapi hangatnya masih tergolong wajar. Kapan-kapan saya ukur deh pakai termogun.

    Nah itu dulu ulasan saya terhadap Robot HT100 USB Type C to HMDI. Moga – moga ada manfaatnya.

  • Cara mengatasi Error 403 Forbidden (Khusus member Hostinger)

    Cara mengatasi Error 403 Forbidden (Khusus member Hostinger)

    Error 403 Forbidden di halaman putuadi.id

    Tadi sore, saya kaget saat mau login ke website (putuadi.id). Rencananya sih mau nulis jurnal eksperimen (private blogs), eh kok Error 404 Forbidden.

    Terus saya baru inget, tanggal 26 November 2022 kemarin, saya mendapatkan email dari Hostinger. Menginformasikan bahwa, ada proses pemindahan hosting, ke server baru. Dan saya curiga, ada pengaruhnya dengan ini.

    Isi email dari Hostinger

    Btw, saya langganan domain dan hosting di hostinger.co.id sejak Tahun 2017. Kalau ada yang mau nanya, gimana pengalaman selama ini menggunakan layanan Hostinger? bisa tanya via DM instagram ya.

    Apa itu Error 403 Forbidden? Dan Penyebabnya

    Sebuah error yang mengindikasikan adanya masalah pada resource atau permission di sebuah website.

    Kalau kita cari di Google, tentang ‘’cara menangani error 403 Forbidden” maka artikel – artikel yang kita temui di halaman satu google, rata-rata mereka menjelaskan, bahwa cara mengatasinya dengan mengecek File .htaccess, Reset Permission File, Nonaktifkan Plugin WordPress, Edit Kepemilikan File, Cek A Record, hingga menyuruh kita untuk menghapus History/Cache Web.

    Kebetulan, untuk kasus yang saya alami saat ini, agak berbeda, sehingga tidak bisa diatasi dengan solusi-solusi tersebut. Karena memang penyebabnya bukan itu.

    Dalam kasus saya, error 403 Forbidden ini, disebabkan karena, Name Server domain saya, mengarah ke cloudflare.

    bailey.ns.cloudflare.com
    hans.ns.cloudflare.com

    Sebelumnya, di Hostinger, untuk SSL ini, hanya gratis untuk domain induk saja. Misalnya, saat kita beli paket hosting baru, lalu yang menjadi domain utama disana (hanya 1), akan mendapatkan SSL gratis.

    Sedangkan, untuk domain-domain berikutnya, untuk mendapatkan SSL, harus bayar, sekitar 150ribuan, bayarnya sekali seumur hidup, untuk satu domain.

    Harga Sertifikat SSL di Hostinger sebelumnya, yang sekarang GRATIS!

    Nah inilah alasan, kenapa saya menggunakan Nameservers dari cloudflare, bukan Nameservers default hostinger. Karena saya menggunakan SSL gratis dari cloudflare.

    Saya lumayan keberatan kalau harus bayar 150 ribu per domain. Apalagi tidak semua website akan berhasil kan?

    Banyak website yang sifatnya eksperimental. Jika berhasil mendapatkan trafik, dan terbukti punya potensi yang bagus, maka akan dilanjutkan. Jika tidak, maka domain tersebut akan dibiarkan mati.

    Sedangkan, untuk menguji apakah website tersebut berhasil mendapatkan trafik? maka kita harus pasangkan SSL sejak awal kan? karena SSL sudah menjadi syarat mutlak, agar website kita tergolong Google Friendly.

    Nah agak tidak mubazir, maka solusi yang saya ambil adalah, memasangkan SSL gratis dari cloudflare. Khususnya, untuk website-website yang masih bersifat eksperimen, atau project yang masih tahap MVP (minimum viable product).

    Karena memang setelah saya cari tau, kayaknya nggak ada bedanya deh, antara SSL berbayar dan yang gratisan. Dan SSL gratisan dari cloudflare, juga sudah digunakan oleh jutaan orang diseluruh Dunia. Dan saya belum nemu review negatif tentang ini.

    Selama bertahun – tahun, semua berjalan lancar. Sampai akhirnya tanggal 28 November kemarin, munculah Error 403 Forbidden.

    Yang dipicu oleh adanya proses transfer hosting, dari pihak Hostinger. Yang ternyata, ber efek ke penggunaan SSL gratisan dari cloudflare ini.

    Cara mengatasi Error 403 Forbidden, khusus pengguna layanan Hostinger

    Sekali lagi, ini khusus untuk pengguna layanan hostinger ya. Karena belum tentu sama dengan penyedia web hosting lainnya.

    Login ke member area hostinger kamu, lalu klik menu domain.

    Pada bagian Nameserver, Klik tombol Ubah

    Maka akan muncul pilihan seperti ini.

    Pilih “Gunakan Nameserver Hostinger (disarankan)”, lalu klik tombol Simpan.

    Maka akan muncul dialog seperti ini.

    Seperti keterangan yang ada disana, bahwa waktu untuk “Propagasi” membutuhkan waktu hingga 24 jam.

    Walaupun seperti itu, kenyataannya cepet-cepet aja kok. Untuk kasus saya ini, cuman butuh waktu beberapa menit aja kok. enggak lebih dari 10 menit.

    Nanti, saat kita coba akses website kita. Errornya berubah, dari yang Error 404 Forbidden, berubah menjadi Error ERR_SSL_PROTOCOL_ERROR.

    Cara mengatasi Error ERR_SSL_PROTOCOL_ERROR

    Error ini, disebabkan oleh SSL yang kita pakai sebelumnya dari cloudflare, kini sudah tidak dikenali lagi oleh server Hostinger. Karena, nameserver domainnya sudah kita ubah, ke nameserver default hostinger.

    Maka langkah berikutnya, kita install SSL, yang kini sudah disediakan gratis oleh Hostinger. Berikut langkah-langkahnya.

    Klik menu SSL di member area kalian.

    Lalu, klik tombol Install SSL gratis.

    Pilih domain yang akan kita install SSL nya.

    Klik tombol “Install SSL”

    Silahkan tunggu beberapa menit. Untuk kasus saya, cuman butuh waktu 5 menitan. Lalu coba akses kembali, websitenya.

    Dan sekarang website sudah bisa di akses kembali. Semoga tutorial ini bermanfaat.

  • Mindset Cara Memulai Channel Youtube Dari Nol (Blog Dokumenter)

    Mindset Cara Memulai Channel Youtube Dari Nol (Blog Dokumenter)

    Ini bukan tutorial yang menjelaskan klik ini, klik itu,… bukan tutorial teknis. Tapi lebih ke arah mindset. Pola pikir apa, yang harus kita tanamkan di kepala kita, agar wacana membuat channel youtube, tidak hanya sekedar wacana belaka, tapi benar benar terealisasi dan konsisten mengupload video pertama, kedua, ketiga dan seterusnya.

    Kenapa memulai channel youtube itu sulit?

    Banyak orang-orang yang bertalenta, yang pengen bikin channel youtube, tapi nggak mulai-mulai. Bukan karena tidak bisa membuat channel youtube, bukan juga karena tidak bisa bikin video, bukan itu masalahnya. Tapi karena dihalangi oleh mindsetnya.

    Kebanyakan orang, terlalu banyak mikir, terlalu banyak pertimbangan, bagaimana nanti kalau begini, bagaimana nanti kalau begitu. Takut hasilnya jelek, takut nggak ada yang nonton, dll. Ditambah lagi sifat perfeksionis, harus punya kamera bagus dulu, harus punya laptop bagus dulu, harus punya studio yang proper dulu. waduh!  Akhirnya nggak mulai-mulai.

    Nah sejujurnya, saya adalah salah satu orang yang seperti ini. hehehhe

    Maka dari itu, artikel ini adalah bentuk komitmen saya, dalam rangka mewujudkan channel youtube pertama saya.

    Artikel ini adalah dokumentasi eksperimen

    Disini akan saya dokumentasikan semuanya, mulai dari ilmu-ilmu yang saya pelajari dari beberapa sumber, kemudian bagaimana saya mempraktekannya, dan bagaimana hasilnya. 

    Intinya, artikel ini adalah dokumentasi perjalanan saya membangun channel youtube dari nol, hingga berhasil.

    Saya akan mengatakan diri saya berhasil membangun channel youtube, disaat saya sudah berhasil mendapatkan penghasilan dari youtube, baik dari google adsense, ataupun dari sumber lainnya, seperti hasil dari jualan produk, affiliate program, endorse, dll.

    Jadi tolak ukur keberhasilannya adalah penghasilan.

    Ini semua untuk upaya pengembangan diri

    Walaupun “tujuan akhirnya” adalah ujung-ujungnya uang, Tapi “tujuan saya memulai” channel youtube, bukanlah uang. Tapi lebih kepada, upaya pengembangan diri.

    Karena saya pernah berada di fase dimana, saya merasa diri saya pintar, saya merasa diri saya hebat, punya banyak ide-ide cemerlang, dan seterusnya… Tapi ternyata semua itu semu! alias tidak nyata.

    Karena semua itu hanya ada di dalam pikiran saya aja. Sehingga sepintar apapun kita, sehebat apa kita, secemerlang apapun ide-ide kita,… Kalau tidak bisa diwujudkan, dan tidak ada manfaatnya untuk orang lain, yaaaaa… itu semua tidak ada gunanya sih.

    Nah lewat channel youtube ini, nantinya segala hal yang saya tau, akan saya bagikan, sehingga moga-moga aja bisa bermanfaat untuk orang banyak.

    Proses pengembangan channel youtube

    Baiklah, di dalam artikel dokumentasi ini, tiap levelnya, akan melalui 3 fase ini : 

    1. Teori

    Bagian dimana saya akan pelajari teori-teori dasar yang harus saya tau, sebelum membuat channel youtube. Menurut saya ini bagian yang penting, karena dengan tau teori-teorinya, kita akan melewati proses-proses dengan lebih efisien. 

    1. Praktek

    Setelah tau teorinya apa, langsung di praktekan. Dan saya yakin, nanti saya pasti melakukan beberapa kesalahan, dan hasilnya pun tidak langsung bagus, dan ada norak-noraknya dikit, tapi mohon dimaklumi, karena ini masih proses.

    1. Hasil

    Tiap kali mempraktekan teori baru, nanti kita lihat sama sama, bagaimana hasilnya. Apakah berhasil, apakah gagal. Jika berhasil syukur, jika gagal kita cari solusinya.

    Sehingga akan ketahuan, teori mana yang berhasil, teori mana yang tidak. Karena tiap orang, pada akhirnya punya caranya masing-masing. Apa yang berhasil di orang lain, belum tentu berhasil juga di kita kan? begitu juga sebaliknya.

    Untuk tau mana yang berhasil atau tidak, ya dengan cara di coba.

    Framework : Cara Mudah Memulai Channel Youtube

    Framework ini saya dapatkan dari seorang youtubers, dari London inggris bernama “Ali Abdaal”. Saat ini channel youtubenya sudah memiliki 3,5 juta subscribers, dan kontennya seputar cara menghasilkan uang dari internet.

    Disalah satu videonya, beliau menjelaskan framework Cara Memulai Channel YouTube untuk pemula. Sangat sederhana, tapi langsung to the point.

    Menurut beliau, ada 3 level yang harus kita lalui untuk memulai channel youtube.

    Level 1 : Goalnya adalah memulai semuanya dengan mengupload video pertama, lalu video kedua, ketiga, dan seterusnya. Jelek nggak apa apa, asalkan kita sudah memulai.

    Level 2 : Goalnya adalah untuk menjadi jauh lebih bagus dari beberapa video sebelumnya. Mulai mempertimbangkan hal-hal teknis agar hasil video kita menjadi jauh lebih bagus.

    Level 3 : Goalnya adalah untuk menjadi lebih besar, selain bekerja keras, kita juga harus mulai bekerja cerdas. Sehingga channel yang kita bangun tidak hanya sekedar channel youtube, tapi sudah menjadi mesin uang semi otomatis.

    Level 1 : Agar semuanya dimulai

    Di level ini, PR utama kita hanyalah melawan rasa takut, lalu mulai bikin video pertama, lalu menguploadnya ke youtube. Video pertama udah pasti jelek, gimana gugupnya berbicara di kamera, buruknya kualitas editing, dll. Tapi saat kita berhasil menerobos tembok pertama ini, kita akan mulai tau bahwa “Oh, ternyata nggak buruk buruk amat….” apa yang kurang di tambah, apa yang udah bagus, makin ditingkatkan lagi.

    • Upload video percobaan dengan mode private

    Ambil HP, lalu rekam diri kamu yang menjelaskan tentang channel youtube ini, kenalkan diri siapa kamu, apa yang kamu lakukan di channel ini, dan seterusnya.

    Lalu upload video dengan mode private, sehingga tidak ada satu orangpun yang melihat videonya. Yang penting kita ngerasain bahwa ternyata upload video ke youtube tidak sulit. 

    • Upload video berikutnya dengan mode publik

    Bikin video yang kedua, lalu upload dengan mode publik. Dari sini kita akan tau, tidak ada bedanya antara mengupload video mode private dan publik, karena tidak ada satupun orang yang ngeliat video kita. Karena subscribers masih nol kan? dan selama tidak kita share link video tersebut ke orang lain, maka tak ada yang peduli.

    Dengan melewati dua tahap ini saja, rasa takut dan kuatir kita akan mulai bisa teratasi, dan lama lama, ketakutan itu semakin hilang karena kita sudah mulai terbiasa.

    Kamu tidak harus membuat video dengan memperlihatkan wajahmu, tidak harus. Kamu bisa bikin video tanpa memperlihatkan wajah sama sekali. Cukup dengan suara saja sudah cukup.

    Karena banyak channel youtube besar, hingga sekarang tidak pernah menampilkan wajahnya. Tapi sudah punya jutaan subscribers dan menghasilkan banyak uang.

    Bahkan kalau kamu bingung topik apa yang akan di omongin di video berikutnya, di tahap ini tidak begitu penting. Hal ini bisa kita lakukan di tahap tahap berikutnya. Sekarang yang terpenting adalah MEMULAI..!

    Sampai akhirnya terbiasa berbicara depan kamera, dan rutinitas-rutinitasnya.

    Topik topik yang bisa kamu jadikan bahan video, dengan membahas hal-hal yang kamu suka, dan hal-hal yang kamu bisa.

    Perhatikan sekeliling kamu, lihat barang-barang yang kamu suka, lalu coba review, itu barang apa, dimana belinya, berapa harganya, dll.

    Mulai saja bikin videonya, karena tidak ada yang akan peduli, tidak akan ada yang nonton, karena kita masih di level 1. yang goalnya adalah MEMULAI…!

    Pilihan #1 berhenti atau lanjut? 

    Setelah kamu mengupload setidaknya 30 video pertama, dan mulai merasa terbiasa dengan rutinitas di level 1, kamu harus mulai melakukan pilihan yang pertama, tanyakan ke diri kamu, apakah saya merasa happy dengan ini semua? apakah akan saya lanjutkan?

    Tujuan dari pengambilan keputusan ini adalah, agar kita tidak menyesal suatu saat nanti. Di tahap ini setidaknya kita sudah berusaha mencoba. Tapi kenyataannya youtube tidak untuk semua orang ia kan?

    Jadi tanyakan ke diri kamu, apakah kamu berhenti atau lanjut?

    Jika kamu memilih berhenti, tidak masalah. kamu tidak akan menyesal. Karena setidaknya kamu sudah mencoba, dan akhirnya tau, apakah kamu merasa bahagia dengan ini semua atau tidak. Apakah ini jalanmu atau tidak.

    Jika kamu memilih lanjut, maka selanjutnya kamu pilih lagi. Seperti apa hubungan kamu dengan channel youtube ini.

    Apakah hanya melakukan ini dengan casual untuk kesenangan aja.

    Ataukah, memang untuk hal yang lebih serius.

    Casual artinya, kalau niat bikin video, ya bikin. tanpa ada ekspektasi apa apa. Just for fun aja.

    Kalau Serius, artinya kamu harus punya goal yang jelas, perhari, perminggu, perbulan dan pertahun. Karena kita punya ekspektasi, bahwa channel ini suatu saat harus menjadi channel yang besar. Sehingga kamu harus berkomitmen membuat konten rutin dan konsisten.

    Level 2 : Agar jadi bagus

    Untuk berpindah level dari level 1 yang buat video hanya untuk sekedar mulai saja, di level 2 ini, goal kita sudah harus menghasilkan konten-konten yang bagus dan berkualitas. Tidak sekedar video yang dibuat asal asalan, tapi semua sudah harus terkonsep dengan matang.

    Disini kita mulai belajar tentang menghasilkan gambar yang bagus, mulai penggunaan kamera, setting cahaya, setup ruangan, dan lain sebagainya. Intinya upaya agar video yang kita upload ke youtube, kualitas yang terbaik yang bisa kita buat.

    Ada dua cara untuk menjadi bagus. Yang pertama adalah dengan mengejar kuantitas (jumlah), yang kedua adalah mengejar kualitas.

    Tapi kalau kamu bukan pro, sebaiknya mulailah dulu dari mengejar kuantitas (jumlah), karena tiap 1 video yang kamu buat, skill kamu akan semakin meningkat, sehingga lama lama makin mudah membuat video yang berkualitas.

    Fokus bikin video secara konsisten, tiap hari ataupun tiap 3 hari sekali, dan lakukan 1% peningkatan tiap video baru yang kamu buat. Maka lama lama suatu saat nanti kamu akan mudah membuat video yang berkualitas.

    Definisi video bagus itu apa? biasanya orang orang akan menilainya dari :  Judul, thumbnails, susunan konten, personaliti kita, sudut pengambilan gambar, pencahayaan, editing warna, transisi video, background music.

    Lakukan juga dengan meningkatkan kualitas dari cara kita bicara, merapikan struktur script (tidak bertele tele / langsung ke poinnya), menambahkan jokes, dll.

    Karena sebagai youtubers, kita dituntut harus menguasai dan mampu mengerjakan segala profesi ini dengan baik. Tugas yang berat sih emang, tapi untuk kita yang memang berniat untuk mengembangkan diri, mungkin proses ini akan jadi menyenangkan. Karena merasakan pertumbuhan skill dari yang awalnya tidak tau ini jadi tau, yang awalnya tidak bisa ini jadi bisa.

    Cara mengukur apakah video kamu bagus/jelek?

    Nah cara ngetes atau ngukurnya, bisa dengan “Test Kengerian”. Ada dua test yang bisa dilakukan. Secara Internal (Intrinsik) dan secara External (Ekstrinsik).

    Internal Test

    Test kengerian adalah, dimana saat ada seseorang nyapa kamu, dan bilang “Hey, kemarin aku liat video youtubemu…” lalu, apa yang kamu rasakan? kalau kamu merasa ngeri atau malu, atau apapun perasaan negatif yang kamu tunjukan kepada diri kamu sendiri, itu artinya secara internal kamu merasa video ini memang belum bagus.

    Tapi kalau kamu merasa bangga sama diri kamu sendiri. bisa jadi itu adalah indikasi bahwa kamu percaya pada diri kamu sendiri bahwa kualitas video kamu nggak buruk buruk amat.

    Eksternal Test

    Atau ternyata tidak ada orang yang datang untuk mengapresiasi video kamu? tinggal cek, seberapa banyak perbandingan antara orang yang mengklik video kamu dan menontonnya? Karena ini adalah validasi yang paling hakiki.

    Karena goal kita melakukan semua ini hanya untuk 2 hal ini. Gimana caranya agar mendapatkan klik sebanyak banyaknya, dan bagaimana cara agar orang menonton selama-lamanya video kita.

    Jika kita mampu mengerjakan 2 hal tersebut dengan baik, maka kunci sukses menjadi seorang youtubers, sudah ada ditanganmu.

    Perlu kamu ingat juga bahwa, di awal – awal membangun channel youtube, data yang bisa kita olah masih sangat kecil, sehingga kita sulit menggunakan data tersebut sebagai alat ukur yang akurat.

    Tapi salah satu hal lain yang bisa kamu jadikan tolak ukur, apakah video kamu sudah baik atau masih buruk, adalah dengan melihat reaksi orang (engagement), lewat likes/dislikes dan isi di kolom komentar.

    Dengan melihat bagaimana reaksi dari penonton video kamu, disana kamu bisa menilai apakah video kamu sudah cukup bagus atau tidak.

    Apapun hasilnya, baik atau masih buruk, berkomitmenlah tetap mengupload video setidaknya 1 atau 2 video tiap minggu. Dan tiap video baru yang kamu buat, kamu harus terus belajar, dan terus meningkatkan kualitasnya, setidaknya 1% peningkatan tiap video baru yang kamu buat.

    Pilihan #2 Lanjut sebagai Hobi atau Bisnis? 

    Tibalah akhirnya kamu harus memilih, apakah channel ini akan kita lanjutkan hanya sebatas hobi yang “menghabiskan” uang, atau bisnis yang “menghasilkan” uang. 

    Masing-masing pilihan punya konsekuensi. Apakah kamu melakukan semua ini hanya untuk hobi, atau sebagai bisnis? Tiap orang pilihannya akan beda beda, dan sama sekali tidak ada yang salah dengan itu.

    Lanjut sebagai hobi

    Untuk channel youtube pribadi “PutuAdi.id”, ini saya perlakukan sebagai Hobi saja. Untuk saya bercerita hal-hal yang saya suka, hal-hal yang saya pelajari, dan sejenisnya.

    Tapi untuk channel saya yang lain, seperti wiki kombucha dan apotek hidup misalnya, memang saya desain dari awal sebagai channel bisnis.

    Intinya tiap orang punya pilihannya masing-masing, bebas, tidak ada salah dan benar. Tapi yang paling penting adalah, kita benar-benar harus bisa membedakan, apakah kita melakukan semua ini untuk hobi atau untuk bisnis.

    Karena kalau kita tidak memilih salah satunya, kuatirnya kita salah berekspektasi. Karena dua pilihan itu, punya aturan main yang sangat berbeda.

    Kalau kita memilih hobi, artinya kita melakukan semua ini hanya untuk seneng-seneng aja. Fokusnya untuk kesenangan diri sendiri. Dan tidak ada yang salah dengan ini, karena saya pribadi juga membuat channel bernama “Coverin Dong.” hanya untuk seneng senang saja. Saya main gitar, mengcover lagu-lagu favorit saya. Dan tidak ada upaya sedikitpun yang saya lakukan disana untuk memonetisasi, agar mendapatkan uang. Malahan apa yang saya lakukan disana, justru menghabiskan banyak uang, untuk membeli gitar, beserta perlengkapan lainnya. Jika kita memilih sebagai hobi, maka kita tidak perlu kuatir dengan hal-hal yang ada di Level 3 ini.

    Enaknya, hati senang. Nggak enaknya nggak dapet uang.

    Tapi sekali lagi, tidak ada yang salah jika kita memang harus memilih channel ini sebagai hobi. Yang paling penting disini adalah, menyadari bahwa aturan main antara kedua pilihan ini berbeda.

    Lanjut sebagai bisnis

    Tapi, misalnya kalau kita memilih channel ini sebagai channel bisnis, hal pertama yang harus kita sadari dari awal adalah, kita melakukan semua ini untuk menghasilkan uang. Uang datang dari audience, maka fokus kita untuk menyenangkan audience kita.

    Banyak youtubers pemula, yang berhasil sampai di level 3, yang awalnya melakukan semuanya atas dasar kecintaan, apa yang ia suka, dan apa yang ia bisa, kemudian sedikit demi sedikit mulai mengalami dilema.

    Karena membuat konten di youtube, kini sudah menjadi “pekerjaan”. Punya tuntutan untuk disiplin dan konsisten, secara terus menerus memproduksi video video baru, lagi dan lagi.

    Mungkin dulunya membuat video di youtube adalah “pelarian” dari rutinitas yang membosankan. Sekarang, membuat video youtube pada akhirnya berubah juga menjadi rutinitas yang membosankan. Sehingga banyak youtubers, butuh pelarian baru, untuk keluar dari rutinitas membosankan sebagai youtubers.

    Akhirnya banyak youtubers pemula, mengalami burnout. Maka berhati-hatilah.

    Namanya juga bisnis. Contohnya, misalkan kita buka toko. Kita tidak bisa hanya menjual barang-barang yang kita suka kan? Karena pemasukan toko, datang dari customer. Maka, Kita harus menjual barang-barang yang disukai oleh customer kita. Walaupun kita kita menyukai barang tersebut.

    Tapi ini juga tidak kaku banget. Kalian bisa memilih takaran yang pas, dimana kamu bisa tetap enjoy, di satu sisi juga tetap bisa “bisnis” untuk menghasilkan uang.

    Berikut adalah gambar venn diagram. Yang memetakan posisi yang ideal.

    Jadi ambilah irisan yang paling tengah, antara hal yang kamu suka, hal yang kamu bisa dan hal yang audience suka.

    Level 3 : Agar jadi besar

    Berikut ini adalah 3 hal yang bisa kita gunakan untuk sukses di level ke 3 untuk menjadi besar. Yaitu : workflow (alur kerja), cashflow (arus kas), dan outflow (alur penyelesaian).

    Workflow atau alur kerja, kita memerlukan strategi kerja dan sistem kerja. Sedangkan Cashflow atau arus kas (penghasilan), kita harus fokus membangun value yang menjadi produk dari channel kita, dan terakhir Outflow atau alur penyelesaian, sudah saatnya kita pindah dari yang awalnya bekerja keras, kini sudah harus mulai bekerja cerdas. Sehingga kita sudah harus merekrut tim, dan membentuk management yang handal.

    Tapi disini kita cukup fokus pada Workflow atau alur kerja dulu. Karena ini PR pertama yang harus dikerjakan sebelum mengerjakan dua hal lainnya.

    Kita mengembangkan strategi yang mencakup :

    Tentukan target/goals yang spesifik

    Buatlah goal yang bisa kamu raih dulu, jangan langsung buat goal yang besar. Tentukan goal secara bertahap, tiap tahun kita harus punya goals baru. Maka dari itu, tentukan target/goals yang sederhana dulu, agar mudah diraih. Setelah berhasil diraih, buat goals baru. Dengan punya goals/tujuan, itu akan jauh lebih baik daripada tidak.

    Tentukan niche

    Mulailah dari hal hal yang kamu suka dan kamu bisa. Lalu dari sana, cari kira kira niche apa yang bisa kita isi. Karena segala hal pasti ada marketnya. Jangan bahas segala hal, nanti itu bisa menyebabkan channel kita tidak punya identitas, sebenarnya ini channel apa? audience bingung. Jadi penting banget menentukan niche kita apa, agar audience juga mudah menemukan kita.

    Siapa target audience kita

    Masih ada kaitannya dengan niche, dengan menemukan niche yang tepat. Kita juga bisa dengan mudah mendefinisikan siapa target audience kita. Dikelompokan berdasarkan gender, umur, perilaku, dan lain sebagainya, dari sana kita cari tau apa problem mereka, apa yang mereka suka obrolin, apa yang sedang mereka butuhkan, dll. Maka dari sana, kita bisa punya inspirasi, kira kira konten apa yang kira kira punya potensi.

    Analisa kompetitor

    Dengan tau topik topik apa yang disukai oleh audience kita, maka kita juga bisa mencari channel-channel lain, untuk mencari tau, topik topik apa saja yang mereka bahas. Dari sana, kita jadi punya inspirasi untuk membuat konten berikutnya.

    Mempelajari keunggulan pesaing

    Setelah menemukan channel-channel yang sejenis yang juga membahas topik topik yang kita bahas, dimana niche dan target audiencenya mirip dengan kita. Disini kita cari tau, topik apa saja yang mereka bahas, bagaimana cara dia bertumbuh, apa yang menjadi keunikan mereka, dll. Disini kita pelajari apa yang membuat mereka unggul. Kemudian kita terapkan di channel kita. Lama lama kita akan tau, apa sebenarnya keunikan kita. Ada orang bijak berkata “Kita terhindar dari persaingan, karena kita punya keunikan”

    Perencanaan

    Berdasarkan data – data diatas, goal kita apa, niche yang kita bidik, perilaku target audience kita, siapa kompetitor kita, strategi apa yang digunakan oleh kompetitor kita sehingga dia bisa berhasil, dll. Dari sana kita membuat perencanaan, mau kemana kita, apa yang harus kita siapkan, apa yang harus kita kerjakan, bagaimana kita bisa mencapai ini dan itu.

    Setelah mengetahui strategi apa yang akan kita jalankan, tugas berikutnya adalah menyusun sistem, agar prosesnya lebih ringkas dan mudah.

    Nah itu adalah teori yang akan saya praktekan pada eksperimen “Membuat channel youtube dari nol” ini. Semua proses perjalanannya, akan saya dokumentasikan disini. Kalau kamu ingin memulai channel youtube juga, tapi bingung mulai dari mana? Jangan segan untuk komen di kolom komentar, kita buka diskusi, kita jalan bareng-bareng.

    Salam,

    Putu Adi.

  • Solusi Subdomain tidak bisa di akses, diarahkan ke halaman mercusuar

    Solusi Subdomain tidak bisa di akses, diarahkan ke halaman mercusuar

    Semenjak saya pindah ke Macbook, sebagai laptop utama, saya jadi sering bolak balik nyolokin flashdisk ataupun hardisk eksternal, untuk mengambil file – file lama yang lagi saya butuhin.

    Mungkin ada yang bilang. Kenapa ngga pindahin FD/HD eksternal aja semua file di laptop lama bro? kan tinggal colok, nggak perlu copy copy lagi?

    Atau, kenapa ngga pindahin ke Google Drive aja file – file yang kiranya sering diambil bro?

    Ini kasusnya berbeda, file yang saya butuhin bukan files seperti dokumen, foto, dll.

    Setelah saya pikir-pikir, bakal lebih praktis jika saya pindahkan semua files tersebut, ke hosting saja, agar bisa langsung dihubungkan lewat url.

    Singkat cerita, saya buat subdomain di website saya, files.putuadi.id tapi setelah saya akses, kok subdomainnya tidak bisa di akses, malah mengarah ke halaman mercusuar.

    Saya baru ingat, kalau untuk domain ini, DNSnya pakai cloudflare.

    Karena kalau pakai DNS default dari hostingnya, begitu menambahkan subdomain, langsung bisa di akses, kalau pakai cloudflare, kita harus daftarin dulu subdomainnya di cloudflare.

    Nah kalau kamu juga mengalami hal yang sama, berikut langkah – langkahnya.

    1. Cara Buat subdomain

    Login ke Cpanel hosting kamu. → Cari subdomain.

    Ketikan Subdomain

    Pilih Subdomain

    Ketikan nama subdomain yang ingin kamu buat. Lalu, klik Buat.

    Subdomain sudah selesai dibuat, seperti yang terlihat, ada satu folder bernama “Files” (sesuai nama subdomain) telat dibuat di dalam folder hosting kita. Yang nantinya folder tersebut menjadi tempat file – file website kita disimpan.

    Untuk mengaksesnya kamu bisa ke file manager, atau akses lewat Filezilla.

    Terlihat disana sudah ada muncul folder baru, bernama “files”.

    Nah tapi, setelah subdomain selesai dibuat, urlnya tidak bisa di akses.

    Mengarah ke halaman mercusuar.

    Itu disebabkan karena kita belum mendaftarkan subdomain kita di cloudflare. Tapi kalau kamu menggunakan DNS asli dari hostingnya, setelah subdomain dibuat, urlnya bisa langsung di akses. Karena dalam kasus ini, saya menggunakan cloudflare di domain utama saya (putuadi.id) maka saat menambahkan subdomain baru, kita harus daftarkan juga di cloudflare.

    Berikut langkah-langkahnya.

    2. Mendaftarkan subdomain di cloudflare

    Login ke cloudflare.com

    Pada tab Websites, pilih nama domain utama kamu. dalam kasus ini saya pilih putuadi.di

    Untuk Type, pilih A. Nama isikan nama subdomain, tanpa domain induk. lalu di bagian IPv4 address, isikan alamat IP domain hosting kamu, bisa kamu dapatkan di halaman Cpanel. Setelah terisi semua, klik tombol Save.

    Biarkan bebrapa menit, untuk menunggu proses verifikasi oleh cloudflare.

    Setelah itu. Subdomain sudah bisa diakses. Untuk membuktikannya saya coba buatin halaman index di folder hosting saya. Tepatnya di dalam folder “files” tadi, yang di generate otomatis saat membuat subdomain.

    Saya buat file baru bernama index.php, kemudian saya isikan text sederhana. sehingga saat url subdomain di akses, akan muncul text tersebut.

    Setelah itu di simpan, lalu akses url subdomainnya.

    Nah sekarang, subdomainya sudah bisa di akses. tinggal sekarang dimanfaatkan sesuai kebutuhan. Mau dibuat halaman website baru boleh, atau hanya untuk menyimpan files saja juga boleh. Bebas, sesuai kebutuhan.

    Semoga bermanfaat.

  • Cara mengubah tombol “Add to cart” atau “Tambah ke keranjang” di woocommerce wordpress

    Cara mengubah tombol “Add to cart” atau “Tambah ke keranjang” di woocommerce wordpress

    Kamu yang menemukan artikel ini lewat pencarian Google, sudah pasti lagi nyari cara buat ngubah tombol default WooCommerce kan? Kamu bisa ikuti tutorial singkat di bawah ini. Gampang banget kok.

    Apa masalahnya?

    Saya mau ganti tombol Add to cart atau Tambah ke keranjang yang kalau settingan defaultnya, tombolnya jelek banget ga sih? kakakakak 😅

    Apa Solusinya?

    Kita ubah dan percantik dengan plugin ini. Tanpa coding. tinggal install, aktifkan, langsung berubah.

    • WooCommerce Add To Cart Button Customizations (untuk mengubah style tombol)
    • Add to Cart Text Changer by Code Astrology (untuk mengubah text dan icon)

    Step by stepnya

    Untuk mengubah style tombol, seperti warna, bentuk, animasinya, dll. Kita pakai plugin WooCommerce Add To Cart Button Customizations. Berikut langkah-langkahnya.

    Login ke wordpress

    Tambah plugin

    Install Plugin dengan cara, ketik di kolom pencarian dengan kata kunci “WooCommerce Add To Cart Button Customizations”. Muncul paling depan, lalu klik tombol Install Sekarang → Aktifkan.

    Untuk melakukan pengaturan, masuk ke side menu WooCommarce → Pengaturan → Add To Cart Customization Settings → Button Coztomization.

    Mengubah Style Tombol

    Selain menyesuikan warna atau style dari tombol, kamu juga bisa menambahkan icon di dalam toples. silahkan sesuaikan icon tombol yang ingin kamu tampilkan seperti apa. Posisinya sebelum text, atau sesudah, dan iconnya gambar apa. Sesuaikan sesuai selera ya.

    Silahkan lakukan pengaturan style tombol sesuai selera kamu. nanti hasilnya seperti ini.

    Kalau kamu cek hasilnya, sekarang style tombol sudah berubah, cuman textnya masih default “Add to cart” atau “Tambah ke keranjang”.

    Mengubah Text dan Icon Tombol

    Nah sekarang kita install plugin, untuk mengubah text dari tombolnya. yang secara default “Add to cart” atau “Tambah ke keranjang”, saya akan ubah menjadi “Beli sekarang”.

    Buka menu Plugin, lalu Tambah Baru.

    Ketikan nama plugin “Add to Cart Text Changer“

    Install Sekarang → Aktifkan.

    Untuk melakukan pengaturan, kamu bisa akses WooCommarce → Add To Cart

    Submit, lalu lihat hasilnya.

    Gimana kelihatan lebih keren kan dari tombol default? semoga bermanfaat.

  • Duh pusing! sekarang shopee sensor nama dan nomor HP pembeli

    Duh pusing! sekarang shopee sensor nama dan nomor HP pembeli

    Sumber Foto : punpro.com

    Shopee COD aja udah pusing

    Program Shopee COD aja, udah lumayan bikin pusing penjual (shopee seller), karena dikasus tertentu, ada memungkinkan barang yang udah dikirim ke alamat pembeli, harus balik lagi ke penjual. Karena ada pembeli tidak mau bayar, ataupun tidak mau terima barangnya (dengan alasan tertentu), sehingga ujung-ujungnya, barang harus dikembalikan ke penjual.

    https://youtube.com/shorts/oBdaRG5T3ZY?feature=share
    Video ini hanya ilustrasi, kejadian seperti ini tidak hanya terjadi di shopee, tapi semua marketplace seperti tokopedia, lazada, dll. yang menyediakan sistem pembayaran COD.

    Padahal kita sebagai penjual, udah keluar biaya packing (kardus, plastik, lakban, kertas, termasuk ongkos karyawan), jadi udah capek-capek packing rapi-rapi, ehhh malah barang yang dipesen dibalikin lagi ke penjual.

    Masih mending kalau kondisinya utuh, tapi sering kali kondisi barang yang dikembalikan ini udah kondisinya penyak-penyok. Karena dikirim via kurir bolak balik.

    Barang yang udah penyak-penyok ini, kalau mau di jual lagi pun, nanti pembeli berikutnya bakal komplain. Sehingga sering kali di obral, atau memang sudah tidak bisa dijual sama sekali.

    Contact pembeli disensor, makin pusing!

    Tampilan Dashboard Shopee Seller, pada halaman rincian pesanan.

    Nah, belum selesai dengan dilema Shopee COD, sekarang (sejak 1 Agustus 2022) Shopee malah menyensor nama dan nomor HP pembeli. Memang tidak merugikan penjual secara material, tapi lebih ke proses packingnya yang jadi membingungkan dan menguras waktu.

    Bayangkan pesanan yang kita lihat di komputer, itu tanpa nama dan nomor tlp customer. Sehingga untuk mencocokan data pesanan di komputer, dan barang yang sedang kita packing, cara mencocokannya hanya bisa dengan nomor pesanan berupa angka.

    Sumber Foto : thebluesurge.com

    Kalau pakai nama kan mudah di cocokan. Tapi kalau nomor? susah banget. Ia kalau paketnya cuman satu dua, kalau puluhan gimana? apalagi ratusan? pusing kan? rentan banget sama salah kirim barang.

    karena sebelum paket dikirim ke kurir, kita kan harus re-check lagi kan? antara data di komputer (aplikasi Shopee Seller), dan paket yang telah di packing. Apakah sudah sesuai atau tidak. Ngecek satu satunya itu yang susah banget, karena pakai nomor, bukan nama, seperti di marketplace lain, seperti di Tokopedia misalnya.

    Belum lagi, workflow atau alur memproses pesanan di shopee itu harus klik tombol “Atur Pickup” terlebih dahulu, baru bisa kelihatan nomor resinya. Tapi ini nggak perlu saya jelasin lah, karena masalah nomor resi ini cuman bakal dialami oleh penjual yang menggunakan sistem pencatatan transaksi / POS (point of sales) diluar sistem shopee.

    Tampilan Dashboard Tokopedia Seller, nomor resi sudah muncul, tanpa perlu request pickup terlebih dahulu.

    Tapi ini perlu saya ceritakan juga, karena persoalan nomor resi ini tidak di alami di marketplace lain, seperti di tokopedia misalnya, yang nomor resi sudah langsung muncul sejak awal pesanan kita terima.

    Jadi sekarang, (khususnya saya pribadi ya) sebagai Seller di shopee, begitu ada pesanan masuk dari shopee, aduh udah kepikiran banget bingungnya saat packing.

    Tapi saya sebagai merchant, yang notabenenya hanya “numbang” jualan di Shopee, ya cuman bisa ngikut kebijakan dari sana aja. Nggak bisa ngapa-ngapain kan? Sehingga, saya sekarang lebih fokus cari solusinya aja, gimana caranya agar saya dan tim, bisa memproses pesanan dari shopee dengan mudah, efisien dan terhindar dari persoalan salah kirim barang.

    Alasan Shopee sensor contact pembeli

    alasan shopee sembunyikan kontak pembeli
    Sumber Foto : onlinejek.com

    Kalau saya perhatikan, shopee memang berusaha memanjakan seluruh pembelinya. Ibarat kata, pembeli adalah diatas segala-galanya. Shopee memanjakan para pembelinya dengan beragam keuntungan, tidak hanya tentang diskon, cashback, dan free ongkir, tapi juga kemudahan dan keamanan dalam berbelanja.

    Kalau dibaca dari beberapa sumber, berikut ini adalah alasan shopee menyensor contact dari para pembeli.

    1. Untuk privasi dan Keamanan data

    Shopee menyembunyikan nama dan nomor HP pembeli karena alasan yang sederhana. Yaitu, agar seller tidak bisa melihat data contact pembeli. ini dilakukan untuk menjaga privasi dan keamanan data pembeli. 

    Berikut adalah pernyataan resmi dari Sshopee, yang saya kutip dari CNN Indonesia.

    “Kami menyamarkan data pembeli untuk menjaga privasi dan memastikan keamanan data pengguna Shopee,” tulis Shopee Indonesia melalui keterangan resminya, Senin (8/8).

    Seperti yang kita tau, belakangan memang banyak oknum penipu, yang memanfaatkan marketplace (termasuk shopee) dalam mencari korbannya. Modusnya banyak, salah satunya, memanfaatkan nama dan nomor HP pembeli.

    Kamu bisa baca lebih lanjut di dokumen kebijakan privasi shopee, pada point 3.4, 

    2. Agar pembeli dan penjual tidak ngobrol diluar shopee

    Selain rentan terhadap resiko penipuan (oleh oknum penipu), Shopee juga mencegah penjual menghubungi pembeli ke nomor pribadinya. Karena memang tidak semua orang merasa nyaman, kalau tiba-tiba dihubungi oleh nomor baru, atau orang yang ia tidak kenal (termasuk telepon atau chat dari seller).

    Padahal, menurut pihak shopee, mereka sudah menyediakan fitur chat, yang bisa digunakan untuk berkomunikasi, antara pembeli dan penjual, dan begitu juga sebaliknya.

    Intinya, shopee melakukan semua ini, karena shopee tidak ingin terjadi masalah, yang melibatkan para pembelinya.

    Keamanan VS Kenyamanan

    Sumber Foto : theladders.com

    Kebetulan saya lulusan Informatika, jadi kami diajarkan juga bagaimana merancang sebuah sistem. Nah ada hal menarik dalam perancangan sebuah sistem. Disana kita akan menemukan sebuah dilema, bahwa keamanan selalu bertolak belakang dengan keamanan, begitu juga sebaliknya.

    Sistem yang dibuat dengan tingkat keamanan yang tinggi, pasti tidak nyaman di pakai user. Begitu juga sebaliknya. Sistem yang nyaman, selalu mengorbankan keamanan.

    Maka dalam perancangan sistem, komposisi terhadap keduanya haruslah seimbang. Karena dua duanya penting. baik keamanan, maupun kenyamanan.

    Kalau dilihat dari sudut pandang pembeli, maka kebijakan ini membuat keamanan bagi para pembeli.

    Tapi disatu sisi, kebijakan ini membuat para seller tidak nyaman, dalam mengelola pesanan yang masuk.

    Karena shopee lebih mengutamakan keamanan dan kenyamanan pembeli, maka penjual agak sedikit dikorbankan.

    Tapi semua ini dilakukan shopee untuk kebaikan bersama.

    Ya kita juga sebagai seller di shopee, gratis toh? ya udah lah, sibuk dikit nggak apa apa.

    Kebijakan VS kontradiktif

    Sumber Foto : personalexcellence.co

    Setelah dikeluarkannya kebijakan ini, banyak para Seller Shopee yang menulis pendapatnya di media sosial. Kalau dirangkum kurang lebih seperti ini.

    • Bagaimana dengan pembelian COD yang tidak diterima / tidak dibayar?
    • Pembeli tidak semuanya benar, ada juga yang nakal kan? kenapa seller selalu di anak tirikan?
    • Bagaimana jika kurir salah menempel label, sehingga kurir sulit menghubungi penerima?
    • Bagaimana nasib kami para seller, yang dari awal memang mengumpulkan database pelanggan mereka. Sekrang jadi engga bisa.

    Nah dari berbagai macam komentar seller, sebenarnya kalau dipikir – pikir, kita engga bisa berargumen apa apa, karena kalau kita melihat dari sudut pandang pembeli, kebijakan ini sangat menguntungkan para pembeli (menjaga keamanan dan kenyamanan pembeli). Jadi kita nggak bisa berargumen apa apa. Karena apa? karena kita (seller) cuman numpang aja di platform shopee. Bukan kita yang punya shopee.

    Nah ternyata untuk pihak kurir, nama dan nomor HP pembeli, disana masih kelihatan. Jadi nanti kurir akan mencetak label baru untuk tiap paket yang mereka kirimkan. Nah di label yang dicetak oleh kurir ini, disana sudah dilengkapi nama dan nomor HP pembeli. Agar jika terjadi masalah teknis dalam pengiriman barang, petugas kurir bisa menghubungi pembeli secara langsung.

    Kesulitannya yang saya alami pribadi

    Dengan disensornya nama dan nomor HP pembeli, saya sebagai merchant/seller di shopee, agak kesulitan dalam mengelola pesanan. Apalagi, bisnis online saya, menggunakan sistem pencatatan transaksi mirip seperti POS (point of sales), diluar sistem shopee.

    Karena saya tidak hanya jualan di shopee aja, tapi di berbagai platform marketplace yang populer di Indonesia, seperti tokopedia, bukalapak, lazada, blibli, termasuk shopee.

    Jadi saya menggunakan sistem sendiri, agar mudah mengelola seluruh pesanan yang masuk dari berbagai macam platform marketplace.

    Monitoring Penjualan

    Dari sistem saya ini, begitu ada pesanan masuk dari salah satu marketplace, maka data pesanannyadi salin ulang ke sistem ini, mulai dari data pelanggan, nama, nomor, dan alamat. Juga data pesanan, seperti produk apa yang dipesan, berapa banyak. Kemudian invoicenya pun itu di cetak dari sistem kami sendiri, tidak menggunakan invoice yang ada di sistem marketplace.

    Halaman utama aplikasi POS Wiki Kombucha

    Dengan dicatatnya data pesanan pelanggan di sistem sendiri, kami sebagai pebisnis online bisa mengelola sendiri data tersebut.

    Kita bisa melihat lokasi pelanggan kita ada di mana aja, tapi saya nggak bisa jelasin fungsinya apa, karena nanti panjang banget penjelasannya.

    Peta customer kami di beberapa daerah di Jakarta

    Kita juga bisa menginformasikan ke para pelanggan kita, saat ada promo dan penawaran menarik yang berkaitan dengan produk kita.

    Kita juga bisa dengan mudah memfilter, mana pelanggan kita dan mana yang bukan, ini saya butuhkan saat ada chat masuk untuk berkonsultasi terkait produk. Dari begitu chat yang masuk, saya bisa dengan mudah memprioritaskan pelanggan yang sudah pernah beli produk, dibandingkan yang bukan. Karena setiap pembeli kita save nomornya, sehingga chat yang masuk berisi nama, maka saya asumsikan itu adalah orang yang pernah membeli produk.

    Bersambung…

  • True Story : Pengalaman Berobat Di Rumah Sakit Siloam Denpasar

    True Story : Pengalaman Berobat Di Rumah Sakit Siloam Denpasar

    Rumah Sakit Siloam Denpasar - Parkir
    Area Parkir di IGD Rumah Sakit Siloam Denpasar

    Kenapa saya menulis artikel ini?

    Saya sudah punya rencana bakal nulis artikel ini, pada saat saya mengajak Ayah saya berobat ke Dokter Spesialis, di Rumah Sakit Siloam, sekitar pertengahan Bulan Juli 2022 lalu.

    Kebetulan kami sekeluarga pakai Kartu Badung Sehat (KBS), kalau yang belum tau KBS itu apa, intinya mirip seperti BPJS lah. Cuman bedanya, premi Bulanannya dibayarin oleh pemerintah daerah Kabupaten Badung Bali. Semua warga Badung Bali pasti punya kartu ini kok.

    Baca juga : Cara pakai Kartu Badung Sehat (KBS)

    Nah kebetulan prosedur berobat menggunakan Kartu Badung Sehat ini, sebelum kita mendapatkan pengobatan dari dokter spesialis di Rumah Sakit, kita harus mencari surat rujukan dulu ke Puskesmas terdekat.

    Nah waktu saya datang ke Puskesmas terdekat, dokter umum disana memberikan dua pilihan rumah sakit rujukan. Antara Rumah Sakit Mangusada (RS. Kapal), atau Rumah Sakit Siloam Denpasar.

    Ya otomatis lah, saya langsung pilih Rumah Sakit Siloam Denpasar aja. Kenapa? ada dua alasan.

    Alasan yang pertama, “pengalaman”. Kami sekeluarga punya cerita tersendiri dengan Rumah Sakit Mangusada (RS. Kapal), tau betul bagaimana pelayanannya. Karena sudah pernah beberapa kali berobat kesana, ya pengen nyoba opsi lain aja sih.

    Alasan yang kedua, karena “merk” sih. Antara dua rumah sakit itu, di kelapa saya, Rumah Sakit Siloam itu, rumah sakit yang elit, dan skala Internasional juga kan. Jadi saya pikir, pasti berobat disana bakal jauh lebih baik, dari segi layanan, maupun fasilitasnya.

    Setelah saya sampaikan ke petugas puskesmas, dimana saya minta agar dirujuk ke Rumah Sakit Siloam aja. Tak lama setelah itu, surat rujukannya pun di cetak, ditanda tangani, dan di stempel. Lalu surat tersebut diserahkan kepada saya.

    Nah kebetulan, jadwal praktek dokter spesialisnya itu jam 1 siang. Karena masih pagi, saya pulang dulu kerumah, sambil menunggu waktu, saya pun iseng googling tentang Rumah Sakit Siloam Denpasar.

    Kebetulan dihalaman pertama, muncul profile RS. Siloam, di halaman Google Maps. Dan saya langsung kaget banget!!! karena di Google Maps, cuman dapet bintang 3,4 dari total 1.507 review (update 28 Agustus 2022). Karena penasaran, saya langsung bacain review nya, satu persatu.

    Wah gilaaaa, banyak banget yang komplain disana, dan komplainnya pun macem-macem.

    Saya mikir…. “aduuhhh mana surat rujukan udah dicetak, kalau mau ngerubah pun, pasti bakal ribet banget kan” gitu pikir saya.

    Wah saya dilema banget, karena ini juga pengalaman pertama saya, ortu sakit keras, dan harus dibawa ke rumah sakit. Tanpa pengalaman sama sekali, tentu dihantui sama pikiran macem-macem kan? dan saya juga nggak pengen ada yang salah kan? Karena saya ngurusin ini semua sendirian.

    Saya tanya sana sini via telepon, diskusi sama kakak, adik, sepupu-sepupu, sama ponakan juga (kebetulan di keluarga besar, ada beberapa yang jadi dokter dan bekerja sebagai tenaga medis juga), tapi semua tetap nyaranin ke Rumah Sakit Siloam aja.

    Ditengah kebingungan dan keraguan, akhirnya saya pasrahin aja semuanya, ikutin saran dari mereka.

    Nah di momen inilah, saya punya ide untuk mendokumentasikan semuanya. Pokoknya, pengalaman seperti apapun nanti yang saya terima, baik ataupun buruk, saya akan tulis pengalaman tersebut di blog, dan memberikan review saya di google maps juga. Biar orang-orang pada tau juga kan.

    Karena saya yakin, nanti pasti ada orang-orang yang seperti saya juga. Yang dilema karena sudah terlanjur memilih Rumah Sakit Siloam Denpasar, tapi belakangan baru baca-baca review di Google Maps.

    Nahhh.. Saya kasih bocoran, biar nggak perlu baca semuanya. Intinya, hari itu saya datang, untuk pertama kalinya. Lalu, melewati serangkaian treatment pengobatan, mulai dari medical check up yang pertama, besoknya kesana lagi cek lab (darah dan urine), beberapa hari kemudian datang lagi untuk USG, dan sampai akhirnya datang untuk kontrol rutin ke dokter spesialisnya.

    Nah sampai hari ini, saya sudah datang bolak balik kesana sekitar 5 kali. Dan menurut saya, pelayanan dan fasilitasnya, excellent! memuaskan banget.

    Apa yang di komplainkan orang-orang di Google Maps, sama sekali tidak saya alami. Padahal saya udah mikir yang aneh-aneh duluan, karena habis baca review tersebut.

    Ehh tapi malah justru sebaliknya, saya justru merasakan pengalaman yang menyenangkan banget, dimana semua petugas “yang kebetulan” melayani kami saat itu, semuanya ramah-ramah dan responsif.

    Mulai dari tukang parkir yang sigap mencarikan tempat parkir, kemudian satpam yang sigap membantu ngegotong ayah saya ke kursi roda, lalu ada suster yang menyambut kami di lobby yang kemudian menemani kami jalan dari lobby sampai ke ruang pendaftaran sambil ngobrol tentang kondisi ayah saya, kemudian petugas administrasi yang begitu sabar menjelaskan prosedur berobatnya, kemudian naik ke lantai 5, ketemu suster (asisten dokter) yang membantu cek suhu badan, dan tensi. Sampai akhirnya ketemu langsung dengan dokternya.

    Semua bekerja dengan excellent! Nggak hanya ramah dan responsif, tapi juga mereka punya empati. Bekerja dengan hati. Padahal kami berobat kesana pakai Kartu Badung Sehat loh (seperti BPJS). Sama sekali nggak ada perbedaan cara melayaninya.

    Jadi saya juga bingung, kenapa banyak orang pada komplain ya? padahal rumah sakitnya bagus banget, petugasnya ramah-ramah, pelayanannya excellent!, fasilitasnya bagus. tapi kenapa bisa ada yang komplain ya?

    Nah di hari keberapa saya lupa, nanti saya akan ceritakan juga, dimana ada satu momen yang akhirnya bikin saya paham, kenapa Rumah Sakit sebagus gini, pelayanan yang excellent seperti ini, masih di komplain.

    Kalau mau tau pengalaman lengkapnya, silahkan lanjut baca sampai habis ya. Karena selain menceritakan kesan yang saya dapatkan, di artikel ini saya juga menjelaskan secara detil, apa-apa aja yang harus kalian tau, sebelum berobat ke sana, terutama untuk kamu yang berobat ke Rumah Sakit Siloam Denpasar menggunakan Kartu Badung Sehat (KBS) ataupun BPJS.

    Bersambung…

    Ceritanya masih panjang. Keburu ngantuk. 😪

  • True Story : Ini alasan, kenapa kamu wajib membeli followers sosmed

    True Story : Ini alasan, kenapa kamu wajib membeli followers sosmed

    Sumber Foto : vergizmo.com

    Disclaimer : Semua yang saya tulis ini adalah opini pribadi, bersifat subjektif dan merupakan kesimpulan dari pengalaman saya sebagai freelance web developer, yang menghandle client dari beragam bidang dan profesi.

    Selain membantu membuat dan mengelola website mereka, untuk beberapa client, saya juga ikut membantu ngembangin akun sosial media mereka. Dan disanalah saya menemukan banyak hal yang menarik, salah satunya tentang fenomena “Beli Followers”.

    Karena menurut saya ini menarik, saya putuskan untuk share aja. Siapa tau bermanfaat untuk kalian.

    Tapi hal penting yang harus kamu perhatikan adalah, mungkin aja jenis akun sosmed yang lagi kamu bangun, berbeda dari kasus-kasus yang saya jumpai selama ini. Jadi jangan telan informasinya mentah-mentah. Gunakan artikel ini hanya sebagai wawasan saja.

    NB. Kamu bisa baca isinya, sesuai sub judul. Untuk menyimak hal-hal yang kiranya penting buat kamu. Karena ini adalah blog pengalaman pribadi, jadi saya memang sengaja bercerita panjang lebar, agar tidak kehilangan konteks.

    Baik, saya akan mulai bercerita dari fakta bahwa menaikan jumlah followers itu sulit.

    Naikin jumlah followers itu sulit

    Sumber Foto : openlylocal.com

    Apakah kamu, sedang merintis usaha, dan lagi proses ngenalin produk atau jasa kamu, di sosial media?

    Atau, kamu sedang melakukan personal branding, untuk memulai karir sebagai influencer, di sosial media?

    Atau mungkin, kamu lagi membangun fanbase, untuk calon penikmat karya-karya kamu di sosial media?

    Saya paham banget, gimana susahnya menaikan jumlah followers. terutama untuk akun baru, yang followersnya aja itu masih antara 50 sampai 100 followers.

    Berbeda dengan para kompetitor, yang followersnya sudah 5.000, 10.000, bahkan nggak sedikit yang sudah mencapai ratusan ribu.

    Dilihat dari angka followers, kalau dibandingin mereka, kok rasanya kita jauuuuh banget ketinggalan ya? 😅

    Kira kira apa ya rahasia mereka?, padahal semua akun baru, pasti dimulai dari angka 0 followers kan?

    Tapi kenapa followers mereka tumbuh begitu pesat, dalam waktu yang singkat?

    Rahasianya adalah, mereka beli followers!

    Terdengar seperti lelucon ya, tapi faktanya memang begitu, membeli followers adalah salah satu strategi yang digunakan oleh para bisnis owner, terutama di awal-awal mereka membuat akun sosial media.

    Eiittt… jangan komen yang aneh aneh dulu ya gaes, 🤪 silahkan simak artikel ini sampai habis. Nanti saya jelaskan kenapa saya bisa menyimpulkan seperti itu.

    Awal mula kenal istilah beli followers

    Saya baru tau kalau followers itu bisa dibeli, baru sejak Tahun 2019. Waktu itu banyak yang lagi ngomongin skena per-youtuban. Karena banyak nama – nama youtubers yang lagi naik daun, salah satunya adalah Atta Halilintar, yang khas dengan jargonnya “ahhh Siaaap!” 

    Selain ngomongin kesuksesannya, di kala itu juga ada gosip-gosip yang mengatakan bahwa, sebagian jumlah subscribersnya adalah subscribers bot yang dibeli dari jasa subscribers.

    Dasarnya adalah, terlihat dari jumlah subscribers dan jumlah views yang tidak sebanding. Anggap aja misalnya subscribersnya 18 juta, sedangkan viewers per videonya cuman 2-5juta aja.

    Tapi ini hanya perkiraan aja ya, saya lupa angka persisnya berapa waktu itu. Intinya nggak sebanding antara jumlah subscribers dan viewers per videonya. Sehingga muncul asumsi bahwa, subscribers Atta Halilintar di kala itu adalah subscribers bot (nggak real).

    Nah, waktu nongkrong sama temen-temen, kebetulan lagi ngomongin skena per-youtuban ini. Di bahaslah Atta Halilintar, youtubers dengan 18,5 juta subscribersnya itu (Tahun 2019).

    Kemudian salah satu teman saya nyeletuk,”Oh kan emang subscribers itu bisa dibeli” “Followers instagram juga bisa dibeli” katanya.

    Karena penasaran, akhirnya saya tanya-tanya ke dia, dan dia dengan semangat ngejelasin mulai dari belinya dimana, gimana cara kerjanya, berapa harganya, dan segala macemnya. 

    Dan itu pertama kali saya tau, kalau followers sosmed bisa dibeli.

    Tapi saya nggak tertarik untuk tau lebih dalam, apalagi menggunakan jasanya, karena memang saya nggak begitu setuju dengan beli followers/subscribers semacam ini.

    Saya anti beli followers (pada awalnya)

    Kebetulan saya orangnya idealis banget, pengennya melakukan sesuatu harus murni dari hasil kerja keras. Pokoknya anti banget yang namanya cheat/jalan pintas, apapun bentuknya.

    Termasuk “membeli followers sosial media”. Karena menurut saya, membeli followers itu curang, nggak keren, memalukan, nggak etis, pembohongan publik, mungkin juga berdosa, dll. Pokoknya konteksnya negatif aja di kepala saya. Dan saya nggak bakal pernah menggunakan jasa tersebut.

    Awalnya saya berfikir seperti itu. 😅

    Waktu itu saya masih menggunakan sosial media untuk seneng-seneng aja, belum ada pikiran untuk “dagang”, ataupun personal branding, atau apapun lah istilahnya itu.

    Yang pada intinya, saya pakai sosmed hanya untuk seneng-seneng aja, bukan untuk nyari uang disana.

    Sekali lagi, awalnya saya berfikir seperti itu. 😅

    Masuk ke skena Beli Followers, karena bantuin masalah client

    Nah seperti yang saya tulis di awal, bahwa saya juga adalah seorang freelance web developer. Dan ada salah satu client saya, tiba-tiba chat, konsultasi masalah beli followers. Kejadian ini sekitar pertengahan 2020.

    Pada waktu itu, saya masih belum tau banyak tentang jasa beli followers. Termasuk cara kerjanya. Dan bahkan, saya juga tidak tau gimana cara belinya. 😅

    Tapi sebagai konsultan, walaupun nggak paham, saya harus tetap menyimak, dan berusaha memahami kendala dari client. Sehingga, dengan begitu, di akhir nanti, saya bisa ngasih solusinya. Atau seenggaknya, bisa ngasih petunjuk lah, harus ngapain.

    Kronologinya :

    Client saya ini, sebut saja “Bunga”. Dia adalah seorang sales mobil merk terkenal, kebetulan dealernya di Denpasar. Kalau saya sebut merk mobilnya apa, pasti kalian tau.

    Tapi mohon maaf, saya nggak bisa sebut merknya, karena beliau masih kerja disana. Karena yang sedang kita bahas ini adalah “Beli Followers”, yang menurut sebagian orang masih menjadi hal yang tabu.

    Nah Mbak Bunga ini, kebetulan pesan websitenya di saya. Dan waktu itu kebetulan websitenya baru aja selesai dan serah terima. Karena webnya udah jadi, beliau juga pengen sekalian naikin jumlah followers instagramnya.

    Biar nanti saat mbak bunga mengiklankan websitenya di Google Ads, begitu ada yang ngeliat instagramnya, followersnya terlihat banyak. Dan harapannya terbangun kepercayaan dibenak customer.

    Nah cuman, rencana Mbak Bunga nggak berjalan lancar, dimana uangnya udah di tranfer, tapi followersnya belum nambah – nambah, sampai sekitar 2 harian.

    Karena kesel, mbak bunga marah – marah ke penjual followersnya, karena merasa dirinya ditipu. Tapi saat itu saya berusaha untuk nenangin Mbak Bunga, karena siapa tau aja memang lagi proses.

    Singkat cerita, di hari ke 3, mbak bunga ngabarin saya lagi. katanya followersnya sudah nambah.

    Dan sayapun ikut ngecek, ternyata benar. Dari yang awalnya 800 followers (kalau tidak salah), seketika menjadi 10.000an followers hanya dalam waktu kurang dari 1 jam.

    Fantastis kan? 😂 gilaaaa kami euforia banget. dan saya juga sempat terpancing pengen langsung beli juga tuh.

    Ehhhh tapi tunggu dulu. ternyata euforianya cuman sebentar. Karena kalau diperhatiin, jumlah followers instagramnya mbak bunga, makin lama makin berkurang. Dan jumlah pengurangannya sangat drastis.

    Singkat cerita, setelah kurang lebih 1 minggu, jumlah followers yang dari 10.000++ hampir kembali lagi ke jumlah semula, yaitu kurang lebih tinggal sisa 1.000an. (mungkin sekarang udah kembali ke 800).

    Dari pengalaman Mbak Bunga ini, akhirnya saya nggak sengaja jadi tau banyak tentang fenomena beli followers. Tidak hanya tentang belinya dimana, harganya berapa, istilah-istilah yang mereka pakai seperti followers indo, followers bule, followers bot, followers asli pasif, dll. Tapi saya juga mulai mempelajari bagaimana cara kerja si penjual followers ini.

    Ternyata banyak bisnis owner dan influencer pakai jasa beli followers

    Saya lupa persisnya kapan, tapi disatu titik akhirnya keadaan mengharuskan saya menggunakan akun sosmed untuk “jualan”. Dan masuklah saya lebih dalam ke dunia digital marketing.

    Disini saya mulai kenal banyak para bisnis owner, terpapar banyak strategi – strategi digital marketing, yang menjelaskan gimana cara memanfaatkan sosmed untuk “jualan”. Dari ilmu-ilmu digital marketing yang saya pelajari, akhirnya saya praktekan satu persatu. 

    Akhirnya saya menyadari bahwa, ternyata kalau ngembangin akun sosmed untuk kebutuhan bisnis (untuk jualan), tingkat kesulitannya jauh lebih tinggi, daripada ngembangin akun sosmed pribadi.

    Kalau ngembangin akun pribadi, yang penting foto profil jelas, konten di feeds bagus, dan nggak ada yang aneh-aneh. Saat kita follow seseorang (yang se-level), biasanya bakal mudah untuk di follback.

    Apalagi saat kita mau rutin berinteraksi di akun mereka, mereka juga akan dengan senang hati berinteraksi di akun kita. Karena pada dasarnya, orang suka punya temen baru. Apalagi yang aktif nge-likes postingan mereka.

    Beda dengan akun yang kita buat untuk jualan, jauh lebih sulit dapetin interaksi dari orang. “Karena pada dasarnya, orang nggak suka dijualin”. Apalagi produk/jasa yang kita jual, nggak related sama mereka.

    Kenapa jumlah followers dan jumlah reaksi ini penting untuk akun jualan? Karena jauh sebelum ia ingin beli sesuatu dari kita, dua hal tersebut yang menjadi penilaian singkat, apakah si calon customer percaya pada akun tersebut atau engga.

    Pertama dia lihat berapa followersnya, kemudian bagaimana interaksi orang di tiap postingan.

    Mungkin dari kamu akan bilang “Ya, semuanya tergantung dari konten. Kalau kontennya bagus, pasti banyak yang nge-likes, comments dan share.”

    Oke katakanlah konten kita bagus, dan feeds kita rapi.

    Nah masalahnya adalah, akun yang baru dibuat, followersnya masih sangat sedikit. Disinilah inti masalahnya.

    Karena followers yang sedikit, runtutan kebelakangnya jadi banyak. yang mempengaruhi performa si akun tersebut.

    Yang saya maksud followers dikit itu, antara 50 – 500 followers.

    Dengan followers dikit, yang menjangkau akun/konten kita jadi sedikit.

    Dengan followers dikit, banyak orang yang ngira akun ini akun palsu.

    Dengan followers dikit, ada asumsi akun ini nggak serius, cuman iseng isengan aja.

    Dengan followers dikit, orang jadi ragu dan nggak percaya, untuk beli barang di kita.

    Dengan followers dikit, orang nggak menganggap akunmu penting.

    Jumlah followers itu, sangat mempengaruhi psikologi seseorang.

    Mungkin dari kamu juga bakal bilang lagi : “Oh nggak apa apa kok, biarpun followersnya dikit, tapi kalau produk yang dijual bagus dan dibutuhkan banget, pasti orang akan beli.”

    Masalahnya adalah, yang jualan produk/jasa tersebut bukan cuman akun kita (yang followersnya dikit ini).

    Tapi diluar sana, banyak akun lain yang jualan produk yang sama, tapi akunnya udah jadi. Followersnya banyak, barang yang dijual kualitasnya sama, pelayanannya bagus, ada diskonnya, reputasinya juga terbukti bagus dilihat dari reviews/testimoninya, dll.

    Beda dengan akun baru kita, yang followersnya cuman 50-100 misalnya, review/testimoni juga belum ada, belum bisa ngasih diskon, dll.

    Sekarang coba pikirkan dan jawab dengan jujur, jika akun baru yang followersnya cuman 100, kemudian disandingkan dengan akun kompetitor yang followers 5.000-10.000. Kira kira orang akan lebih percaya beli dimana?

    Secara umum, kita akan lebih percaya sama akun yang udah jadi tersebut kan?

    Saat kamu sebagai bisnis owner, yang lagi ngebangun sosial media dari 0, dilema ini pasti nyata banget kamu hadapi.

    Nah, karena kenyataannya seperti itu. Akhirnya saya mulai mikir, bener juga ya. Gimana kalau kita beli followers cukup diawal aja, paling engga minimal 1.000 aja deh. Itu udah cukup untuk memberi kesan bahwa, akun julan kita ini, emang akun yang serius jualan.

    Nah disini, saya sudah mulai punya ide untuk bikin layanan tambah followers sendiri. Ya, kamu nggak salah baca. Saya ingin buat layanan tambah followers sendiri. Sehingga hampir setiap hari, saya googling di forum-forum programming, tentang memanfaatkan Instagram API untuk membuat bot (program otomatis).

    Tapi sebelum masuk ke pembahasa itu, saya mau lanjutkan dulu cerita tentang “demand” atau melihat dari sudut pandang kebutuhan pasarnya seperti apa.

    Beli followers itu bukan curang, tapi bagian dari strategi dagang

    Yang awalnya saya skeptis, dan menolak praktek-praktek beli followers, akhirnya saya mulai melihat praktek beli followers sosmed ini, sebagai bagian dari strategi dagang.

    Kenapa begitu? karena salah satunya alasannya adalah, teman-teman saya, yang punya toko online, hampir semuanya pakai jasa beli followers.😆 Kenapa mereka pakai jasa beli followers? karena para kompetitor merekapun pakai. 😅 Kalau ia nggak ikutan beli followers, ya bakalan kalah bersaing dengan kompetitor mereka.

    Karena ini saya alami sendiri juga, bagaimana sulitnya menambah followers secara organik, khususnya untuk akun sosmed untuk jualan.

    Karena kalau kita mau jujur-jujuran, kita sendiripun terpengaruh kan? sama jumlah followers?

    Jumlah followers itu kan semacam “aksesoris perhiasan”, yang melekat pada brand/bisnis di sebuah akun sosmed. Tentu perhiasan ini tidak hanya satu, selain jumlah followers, juga harus di dukung dengan feeds yang bagus, bio yang menarik, dll.

    Kalau diibaratkan seseorang, aksesoris perhiasan itu seperti jam tangan yang ia pakai, pakaian yang ia pakai, sepatu, hingga ke merk hp yang ia pakai. Dengan melihat tampilan luar seseorang, kita sudah punya pandangan tersendiri kan terhadap seseorang itu? Akun sosmed juga gitu.

    Ya walaupun ada istilah “dont judge book by its cover”, kalau mau dagang, tolong quotes itu disingkirkan dulu. Karena kita lagi berbicara strategi jualan, jadi jangan minta customer untuk memahami kita.

    Jadi tidak bisa dipungkiri bahwa, Jumlah followers, sangat mempengaruhi psikologis calon customer kita. Dalam waktu per sekian detik, cukup dengan melihat jumlah followers aja, calon customer sudah bisa memutuskan, apakah ia yakin atau tidak, dengan akun brand/bisnis tersebut.

    Terus mungkin ada yang bilang, “Nggak apa apa dong, selama produknya bagus pasti bakal di beli juga kan?”

    Lah masalahnya, yang berbisnis tidak hanya kita sendiri. yang jualan produk yang sama di somed, tidak hanya kita sendiri.

    Calon customer, memilih untuk berhenti di satu akun untuk belanja, itu karena ia yakin sama akun tersebut. Kalau dia melihat akun tersebut kurang meyakinkan, maka dia dengan sangat mudah pindah ke akun lain.

    Bersambung…

    Ceritanya masih panjang. 😅👌

    harga beli followers instagram
    Sumber : belifollowers.id
  • Cara pakai Kartu Badung Sehat (KBS) atau Kartu Indonesia Sehat (KIS) saat berobat ke Rumah Sakit

    Cara pakai Kartu Badung Sehat (KBS) atau Kartu Indonesia Sehat (KIS) saat berobat ke Rumah Sakit

    Kartu Badung Sehat - Kartu KBS - KBS Badung - Kartu Indonesia Sehat - Kartu KIS.
    Kartu Badung Sehat (KBS) & Kartu Indonesia Sehat (KIS).

    Kamu domisili di Kab. Badung Bali? dan belum pernah sama sekali pakai Kartu Badung Sehat (KBS) untuk berobat? Nah, silahkan simak artikel ini sampai selesai, karena saya akan menjelaskan apa itu KBS ataupun KIS, apa manfaatnya dan bagaimana cara pakainya. Berdasarkan pengalaman pribadi, baru baru ini.

    Artikel ini dikhususkan untuk warga Badung Bali saja ya, karena spesifik membahas tentang Kartu Badung Sehat (KBS).

    Untuk sekedar informasi, sayapun sejak pertama kali punya kartu KBS dan KIS, sekitar 4 Tahun yang lalu. Baru beberapa hari lalu pakai untuk pertama kalinya.

    Kenapa? karena saya dan keluarga, selama ini belum pernah sakit yang harus dibawa ke Rumah Sakit. Dari dulu cuman sakit – sakit ringan aja, seperti deman, flu dan batuk. Jadi bisa sembuh cukup dengan obat-obatan generik di apotek.

    Tapi kemarin, Ayah saya jatuh sakit. Dan ini pertama kalinya, Ayah saya sakit keras, dan harus segera dilarikan ke IGD.

    Biar ada bayangan, Ayah saya umurnya 65 Tahun, tapi saya tidak bisa jelaskan dengan detail, beliau sakit apa. Intinya ada komplikasi, muncul beberapa gejala penyakit sekaligus, yang awalnya dipicu oleh demam tinggi.

    Cerita selengkapnya bisa dibaca di sini : Pengalaman menggunakan Kartu Indonesia Sehat di Rumah Sakit Siloam Denpasar Bali.

    Kartu Badung Sehat (KBS) VS Kartu Indonesia Sehat (KIS)

    Kartu Badung Sehat (KBS) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS), merupakan program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), yang diberikan oleh pemerintah kabupaten Badung Bali, untuk seluruh warganya.

    Dengan kata lain, semua warga yang ber-KTP Badung Bali, pasti punya 2 kartu ini. Kartu Badung Sehat (KBS) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

    Kedua kartu ini fungsinya sama aja, yaitu untuk berobat gratis ke rumah sakit.

    Cuman kalau di lihat dari judul, Kartu Badung Sehat (KBS) bisa kamu pakai, jika rumah sakit yang kamu datangi, berlokasi di Badung Bali.

    Sedangkan kalau kamu sakit, pas lagi diluar Kota (di luar Badung), selama masih di Indonesia, kamu bisa pakai Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk berobat gratis.

    Gimana gampang kan ngebedainnya?

    Lalu bedanya dengan BPJS apa?

    KBS, KIS dan BPJS, secara fungsi semua kartu ini sama aja, yaitu untuk berobat “gratis” dirumah sakit. Bedanya cuman di nama, fasilitas, cakupan wilayah, target peserta dan prosedur iuran.

    Nggak perlu dipusingin, karena kita sebagai pemegang kartu, rasanya tidak perlu tau detil seluk beluknya, karena semua prosedurnya sama aja. Perbedaan paling mencoloknya ada di prosedur iurannya saja.

    Kartu Badung Sehat (KBS) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS), iuran perbulannya dibayarin oleh pemerintah. Jadi kita sebagai warga Badung yang memegang kartu KBS dan KIS, nggak perlu bayar apa apa tiap bulannya. Begitu sakit, dan perlu ke dokter atau rumah sakit, pakai salah satu kartu ini, semua biaya pengobatan gratis.

    Sedangkan warga diluar Badung Bali, yang punya kartu BPJS, untuk pembayaran iurannya dilakukan sendiri-sendiri tiap bulannya. Alias biaya iurannya tidak ditanggung oleh pemerintah. Jumlah bayarnya berapa? tergantung kelasnya, ada kelas 1, 2 dan 3.

    Antara KBS – KIS dan BPJS, fasilitas dokter dan pengobatan, semuanya sama. Bedanya hanya di fasilitas ruang kelas rawat inapnya aja.

    Gimana cara pakai kartu KBS, KIS ataupun BPJS?

    Untuk berobat ke rumah sakit menggunakan kartu ini, berikut adalah step by stepnya :

    Skenario #1 : Jika kondisi pasien darurat

    Sumber Foto : labblog.uofmhealth.org

    Langsung datangi IGD terdekat, dimanapun, kapanpun, jam berapapun. karena IGD disemua rumah sakit, wajib menerima pasien yang butuh penanganan darurat. Tak peduli kartu sehat yang kamu punya apa.

    • Sebelum berangkat ke IGD, jangan lupa bawa kartu jaminan kesehatan kamu, (KBS, KIS ataupun BPJS) dan KTP pasien.
    • Setelah tiba di IGD, lapor ke petugas, nanti pasien akan langsung ditangani oleh petugas kesehatan.
    • Diwaktu yang bersamaan, salah satu anggota keluarga akan diminta ke bagian pendaftaran, untuk mendaftarkan data identitas pasien. Dan nanti akan ditanyakan juga, apakah pasien menggunakan asuransi, atau kartu jaminan kesehatan seperti KBS, KIS atau BPJS. Nanti serahkan kartunya ke petugas pendaftaran, karena akan di scan barcodenya, dan tunggu sampai petugas selesai menginput data.
    • Setelah pendaftaran selesai, nanti kita akan dikasih satu lembar kertas sebagai bukti pendaftaran, biasanya kita diminta untuk tanda tangan juga disana. Selama masih dirumah sakit, kertas ini jangan sampai hilang.
    • Setelah itu, kita tinggal nunggu penanganan dokter terhadap pasien.
    • Setelah pasien selesai ditangani, dan dinyatakan bisa pulang, nanti kita diminta ke bagian farmasi (apoteknya rumah sakit) untuk mengambil obat.
    • Di loket farmasi tinggal bilang aja “Mau ambil obat” sambil menyerahkan kertas yang kita dapatkan di pendaftaran tadi. Ambil obatnya, petugas udah tau kalau itu tidak perlu bayar. Jadi langsung aja ucapin terima kasih ke petugasnya dan pulang.

    Skenario #2 : Jika kondisi pasien tidak darurat

    Puskesmas Mengwi III – Jl. Raya Sempidi No.1, Sempidi

    Kalau pasien yang sedang ingin berobat, dengan kondisi yang tidak darurat, kamu harus mengikuti prosedur ini. Ternyata setelah dijalani, prosesnya itu simpel banget kok, nggak seribet yang saya pikir. Nah berikut adalah langkah-langkah yang perlu kamu lakukan.

    1. Proses di Puskesmas
    Puskesmas Mengwi III – Jl. Raya Sempidi No.1, Sempidi
    • Siapkan kartu sehat kamu (KBS, KIS ataupun BPJS) dan KTP pasien.
    • Lihat info lokasi faskes pada kartu, di paling bawah disana ada tulisan “Faskes Tingkat I”, Kebetulan di kartu saya isinya “Mengwi III”. Itu artinya puskesmas/rumah sakit yang harus saya datangi untuk berobat adalah Puskesmas Mengwi III, yang alamatnya di Jl. Sempidi No. 1 (deket kantor puspem badung, tepatnya di dekat patung hanoman). Silahkan cek Faskes 1 kamu disini. Lihat disini

    Apapun keluhan penyakit kamu, selama tidak darurat, datanglah ke Faskes tersebut terlebih dulu. Karena dari sana, kamu akan diperiksa oleh dokter umum. Jika memang bisa ditangani disana, kamu akan dikasih pengobatan langsung di puskesmas tersebut.

    Atau jika memang butuh penanganan khusus, kamu akan mendapatkan surat rujukan untuk berobat ke dokter spesialis.

    Untuk di Kab, Badung, rumah sakit rujukannya ada dua.  Rumah Sakit Mangusada Badung (Rs. Kapal). dan Rumah Sakit Siloam Denpasar. Kamu bisa bebas menentukan sendiri, maunya dirujuk ke rumah sakit mana. (per tanggal 16 Agustus 2022).

    Kebetulan kemarin saya dan keluarga memilih untuk dirujuk ke Rumah Sakit Siloam Denpasar aja. Cerita selengkapnya ada disini : Pengalaman menggunakan Kartu Indonesia Sehat di Rumah Sakit Siloam Denpasar Bali.

    • Datanglah sepagi mungkin ke Faskes. Kalau pengen urusan kamu selesai dalam waktu 1 hari, datanglah sepagi mungkin ya, jangan datang diatas jam 12 siang. Karena selain antri panjang, untuk menerbitkan surat rujukan biasanya buka hanya sampai setengah hari saja.
    • Sampai di Faskes, ambil nomor antrian, lalu duduklah di ruang tunggu, sampai nomor antrian kamu dipanggil. Kalau bingung, tanyalah petugas, nanti mereka akan menjelaskan bagaimana prosedurnya. Di Faskes Mengwi III ini, semua petugasnya ramah-ramah banget. Jadi, mintalah bantuan ke petugas, mereka dengan senang hati memandu kamu, sampai urusan kamu selesai disana.
    • Begitu nomor antrian kamu dipanggil, datanglah ke petugas loket, serahkan kartu sehat kamu (KBS / KIS), dan jelaskan maksud dan tujuan kamu apa. Setelah data kamu di input, kamu akan disuruh kembali ke tempat duduk ruang tunggu.
    • Tinggal tunggu aja, nanti nama kamu dipanggil, untuk masuk ke ruangan dokter. Di Ruang dokter, nanti kamu akan diperiksa sesuai keluhan.

    Kalau memang menurut dokter keluhan kamu cukup dengan pengobatan disana, nanti kamu bisa disuntik atau cukup dikasih obat untuk dibawa pulang oleh dokternya. Selesai.

    Atau kalau memang menurut dokter, kamu butuh rujukan ke dokter spesialis, maka kamu akan dibuatkan surat rujukan.

    Rujukan artinya, kamu dikirim ke dokter spesialis di rumah sakit tertentu, atas rekomendasi dari dokter umum yang memeriksa kamu di faskes. Dengan membawa surat rujukan inilah, kamu diterima oleh rumah sakit dan dokter spesialis di rumah sakit yang bekerja sama dengan pemerintah kabupaten Badung Bali.

    Sekali lagi, untuk di Kab, Badung, rumah sakit rujukannya cuman ada dua. Rumah Sakit Mangusada Badung (Rs. Kapal). dan Rumah Sakit Siloam Denpasar. Kamu bisa bebas menentukan sendiri, maunya dirujuk ke rumah sakit mana. (per tanggal 16 Agustus 2022).

    Baca juga : Pengalaman menggunakan Kartu Indonesia Sehat di Rumah Sakit Siloam Denpasar Bali.

    1. Proses di Rumah Sakit rujukan
    Rumah Sakit Siloam Denpasar
    Rumah Sakit Siloam Denpasar – Jl. Sunset Road No.818 Kuta

    Setelah menentukan pasien akan dirujuk ke rumah sakit mana, kamu akan langsung dibuatkan surat Rujukan oleh Dokter umum di faskes. Nanti kamu akan diminta tanda tangan, prosesnya cepet banget kok. Anti ribet.

    Setelah kamu pegang surat rujukan tersebut, sejak hari itupun kamu sudah bisa pergi ke rumah sakit terkait.

    Ruang Tunggu Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Rumah Sakit Siloam Denpasar – Jl. Sunset Road No.818 Kuta

    Untuk sekedar informasi, surat rujukan itu masa berlakunya hanya sampai 3 Bulan, sejak tanggal surat itu dibuat.

    Lalu bagaimana step by step di rumah sakit rujukan? sampai akhirnya ketemu dan mendapatkan treatment/penanganan dari dokter spesialis? 

    Silahkan simak disini. Pengalaman menggunakan Kartu Indonesia Sehat di Rumah Sakit Siloam Denpasar Bali.

    Disana saya ceritakan dengan lengkap, bagaimana step by stepnya, begitu juga seperti apa kesan yang saya rasakan selama menjalani pengobatan disana.

    FAQ (frequently asked questions)

    Pertanyaan – pertanyaan umum seputar Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan Kartu Badung Sehat (KBS).

    Apa itu KBS Badung?

    KBS singkatan dari Kartu Badung Sehat. merupakan kartu jaminan kesehatan dari pemerintah kab. Badung Bali untuk seluruh warganya, agar bisa berobat gratis di rumah sakit. Fungsinya sama dengan BPJS, bedanya KBS iuran per bulannya di bayarkan oleh pemerintah. Sehingga warga yang menerima Kartu Badung Sehat (KBS), tidak perlu membayar apa apa lagi.

    Apa itu jamkesda 2022?

    JamKesDa adalah kepanjangan dari Jaminan Kesehatan Daerah. 

    Apa saja tanggungan Kartu Badung Sehat?

    Tidak jauh berbeda dengan PBJS, tanggungan kartu badung sehat mencakup pengobatan rawat jalan hingga pengobatan rawat inap. Untuk pengguna kartu Badung Sehat (KBS) mendapatkan fasilitas kelas 3.

    Apa itu KIS Jamkesda?

    KIS adalah kepanjangan dari Kartu Indonesia Sehat, yang merupakan program jaminan kesehatan daerah (Jamkesda). Kartu ini diperuntukan oleh pemerintah untuk warga yang kurang mampu, tapi kalau di Badung Bali, semua warga mendapatkan kartu ini tidak peduli orang miskin ataupun orang menengah dan hingga orang kaya.

    Secara fungsi, KIS mirip seperti kartu PBJS, dimana kartu yang dibawa untuk berobat ke rumah sakit secara gratis.

    Bedanya BPJS ada iuran tiap bulannya, yang wajib dibayarkan oleh pemegang kartu. Besarannya berapa tergantung kelas yang dipilih, ada kelas 1, 2 dan 3.

    Sedangkan KIS Jamkesda ini adalah Kartu mirip BPJS tapi iuran bulanannya dibayarin pemerintah. Namun cuman dapat fasilitas kelas 3.

    Jamkesda apakah gratis?

    Ia Gratis!, Jamkesda atau jaminan kesehatan daerah adalah program dari pemerintah agar warganya mendapatkan pengobatan rawat jalan maupun rawat inap secara gratis. Karena iuran tiap bulannya sudah dibayarin oleh pemerintah.

    Jamkesda apakah masih berlaku 2022? Apakah kartu Badung sehat masih berlaku? Apakah Jamkesda masih berlaku 2022? 

    Jamkesda atau jaminan kesehatan daerah kabupaten Badung Bali, baik itu Kartu Indonesia Sehat (KIS) ataupun Kartu Badung Sehat (KBS), masih berlaku hingga hari ini (16 Agustus 2022).

    Berapa lama masa berlaku Jamkesda?

    Di kartu JamKesda tidak ada masa berlaku kartu, semua tergantung dari kebijakan pemerintah yang sedang memimpin.

    Jamkesmas apakah sama dengan BPJS?

    Secara sederhana, sama. Jaminan kesehatan masyarakat (JamKesMas) adalah program dari pemerintah, agar warga yang memegang kartu jamkesmas mendapatkan pengobatan gratis. Perbedaan yang paling mencolok antara Jamkesmas dan BPJS adalah fasilitas dan iuran bulanannya.

    JamKesmas iuran per bulannya dibayarin pemerintah sehingga warga pengguna kartu JamKesMas tidak keluar biaya apa apa.

    Sedangkan warga yang menggunakan kartu BPJS, iurannya bayar sendiri – sendiri. besarannya tergantung kelas mana yang ia pilih. kelas 1, 2 atau 3.

    Karena Jamkesmas gratis, fasilitasnya juga cuman dapat yang kelas 3.

    Tapi fungsi dari Jamkesmas dan BPJS sama sama kartu untuk berobat gratis di rumah sakit.

    Cara mengaktifkan kartu badung sehat

    Kartu Badung Sehat (KBS) tidak perlu di aktifkan, selama kamu pegang kartunya, tinggal kamu gunakan berobat. Namun harus tetap ikuti prosedurnya. Silahkan baca selangkapnya pada artikel diatas. Namun jika kartu kamu hilang, kamu bisa lapor ke kelapa lingkungan. atau kalau di Bali, bisa lapor ke Pak Kelian Dinas.

    Kartu Badung Sehat berlaku di rumah sakit mana saja?

    Warga Badung yang menerima kartu badung sehat (KBS) dan kartu indonesia sehat (KIS), jika kondisi darurat yang butuh penanganan segera, akan diterima disemua IGD rumah sakit. dimanapun dan kapanpun. Selama masih di Indonesia. Cukup selalu ingat, bawalah ke dua kartu tersebut kemana mana.

    Namun jika kondisi tidak darurat, datanglah terlebih dahulu ke faskes/puskesmas yang keterangannya ada di kartu KBS anda. Jika diperlukan, nanti dari faskes akan dirujuk ke rumah sakit ataupun dokter spesialis.

    Untuk Kabupaten Badung, saat ini Rumah Sakit rujukannya hanya ada dua :

    1. Rumah Sakit Mangusada Badung (RS. Kapal) Jl. Raya Kapal. 1. Rumah Sakit Mangusada Badung (RS. Kapal) Jl. Raya Kapal. (Klik Google Maps)

    2. Rumah Sakit Siloam, Jl. Sunset Road. (Klik Google Maps)

    *Update tanggal 16 Agustus 2022.

    Baca juga : Pengalaman menggunakan Kartu Indonesia Sehat di Rumah Sakit Siloam Denpasar Bali.

    Fasilitas Kartu Badung Sehat

    Kartu Badung Sehat adalah fasilitas kesehatan yang diberikan gratis oleh pemerintah Kab. Badung Bali untuk seluruh warganya. Mendapatkan fasilitas gratis berobat rawat jalan hingga rawat inap. Kelas 3.

  • Style CSS WordPress atau Woocommerce Tidak Berfungsi

    Style CSS WordPress atau Woocommerce Tidak Berfungsi

    Apa masalahnya?

    Hari ini saya sedang menyelesaikan project website baru. Dan seperti biasaaaaaa… saat proses pengerjaan, selalu adaaaaaa aja masalahnya 😅

    Riskan banget sama error, karena memang saya bikin theme nya dengan coding manual dari 0, tanpa bantuan page builder sama sekali (seperti elementor), jadi murni coding manual dari nol pakai HTML, CSS, PHP, dan Javascript.

    Singkat cerita aja nih ya. Jadiiiii, saat pengerjaan di halaman toko, komponen-komponen woocommerce seperti tombol, textbox, dll. Tampilannya berantakan. Yaaaaa kayak CSS yang gagal load gitu.

    Dulu saya pernah kok ngalamin masalah kayak gini, dan berhasil saya tangani. Tapi lupa waktu itu saya apain 😂

    Nah biar engga lupa – lupa terus, sekarang tiap kali ada kendala, saya bakal tulis di blog aja, biar besok besok engga bingung muter-muter ngabisin waktu googling sana sini.

    Oke, langsung aja ke masalahnya. Seperti yang kalian lihat, dibawah ini adalah penampakan website yang sedang saya kerjakan.

    Dimana di bagian detil produk, ataupun halaman-halaman yang merupakan bagian dari woocommerce, komponen-komponennya terlihat berantakan karena CSSnya tidak terload.

    Saya cek CSS Bootstrap, padahal udah terload sempurna. Itu bisa dilihat dari navbar dan footer semuanya normal.

    Pokoknya muter-muter disitu aja, saya udah cari jawabannya kemana mana, tapi engga nemu-nemu solusi.

    Mungkin karena kebanyakan orang-orang diluar sana, teliti banget kalau lagi kerja, engga ceroboh kayak saya ini lah intinya 😂, jadinya tutorialnyapun sampai engga ada gitu loh.

    Apa solusinya?

    Akhirnya saya coba nenangin diri, dan membuka coding website-website saya yang sebelum-sebelumnya, dan merumuskan sendiri kenapa di website yang itu bisa, sedangkan yang ini engga bisa.

    Setelah berapa lama mikir, akhirnya jreeeng… jreeeeng… langsung nepok jidat. 😅

    Ya pantes aja tampilan woocomarce nya berantakan gini. Ternyata di bagian header.php saya belum pasangin wp_head();

    Setelah sadar akan dosa itu, segera saya tulis wp_head(); di posisi paling atas di header.php

    wp_head adalah sebuah fungsi wordpress untuk memanggil komponen-komponen default wordpress mulai dari CSS, font, dll. Termasuk komponen-komponen dari plugin-plugin yang kita pasang di website kita, semuanya di load dari wp_head();

    Ohya jangan lupa juga ya, Header kan pasangannya Footer kan?, Nah di bagian footer.php kita juga harus tambahkan wp_footer(); karena fungsi wp_footer, adalah untuk memanggil komponen-komponen javascript default dari wordpress dan plugins.

    Nah setelah itu, silahkan cek kembali pastikan koding diketik dengan tulisan yang benar dan diletakan ditempat yang benar. Kalau sudah oke, silahkan simpan, lalu coba load kembali halaman websitenya. Jreeeng.. jreeeng…

    Kesimpulannya

    Jangan ngoding kalau lagi depresi wakakkakaka. Sedia selalu kopi dan camilan biar engga gampang pingsan. Dan yang paling penting kalau nemu error seperti ini, solusinya :

    Pasang :

    wp_head();

    Di file header.php pada baris pertama.

    Dan jangan lupa juga, pasang :

    wp_footer();

    Di file footer.php pada baris paling akhir.

    Semoga bermanfaat.

    Salam,

    Putu Adi.